SuaraBogor.id - Puluhan narapidana atau warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi, Kota Sukabumi positif COVID-19.
Napi positif COVID-19 di Lapas Sukabumi itu ada sebanyak 46 orang. Tak hanya Napi, satu petugas juga dinyatakan positif, sehingga total terjangkit virus corona di lapas tersebut 47 orang.
"Dari hasil swab PCR terhadap 480 orang warga binaan dan petugas lapas ada sebanyak 47 orang positif Covid-19," ujar Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Christo Victor Nixon Toar dalam keterangan pers, dikutip dari Ayobandung.com -jaringan Suara.com, Sabtu (20/3/2021).
Menurut Christo, total isi penghuni Lapas kelas IIB Sukabumi sebanyak 476 orang. Di dalam lapas ada sebanyak 448 orang dan di luar lapas sebanyak 28 orang yang dititipkan di Polres.
Baca Juga: CDC: Lebih Menular, Dua Varian Baru Corona dari California Perlu Diwaspadai
Dari 448 orang ini lanjut Christo, dilakukan swab COVID-19 bersama petugas oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Pabuaran dan Labkesda Kota Sukabumi atas perintah ketua satgas COVID-19 sekaligus wali Kota Sukabumi.
Christo menerangkan, swab pertama dilakukan pada Senin (15/3/2021) lalu yang diikuti 200 orang dan ditemukan 22 orang positif COVID-19. Selanjutnya pada Rabu (17/3/2021) dilaksanakan juga swab susulan terhadap 280 orang, hasilnya 25 orang positif sehingga total menjadi 47 orang.
Lapas Sukabumi tengah melakukan tracing penyebaran COVID-19 ini dan belum mengetahui sumbernya. Upaya tracing melibatkan tim medis lapas yakni satu orang dokter dan tiga perawat serta bekerja sama dengan puskesmas dan labkesda.
Ia mengungkapkan kasus COVID-19 bermula pada 10 Maret 2021. Seorang warga binaan berobat ke klinik dan setelah diperiksa melalui dokter mengalami gangguan penciuman.
Swab antigen kemudian dilakukan terhadap teman sekamar warga binaan tersebut. Dari 19 orang teman sekamar, terdapat dua warga positif. Pada 11 Maret juga dilakukan tes serupa, dengan hasil beberapa juga positif antigen.
Baca Juga: Covid-19 Sudah Beredar 2 Bulan Sebelum Orang Pertama Didiagnosis di China
Berikutnya ungkap Christo, ada satu WBP yang mengeluh demam dan di-swab antigen reaktif. Dari kejadian ini lapas melaporkan ke dinkes dan ketua gugus tugas COVID-19 yang akhirnya dilakukan tes swab massal.
Berita Terkait
-
Nyalakan Sirine Darurat, Sopir Ambulans Bukan Bawa Pasien Tapi Warga yang Ingin Wisata ke Sukabumi
-
7 Makanan Lebaran Khas Sukabumi yang Bikin Kangen saat Lebaran Tiba
-
Ramadan Penuh Berkah, Cleanermasjid & Driver ShopeeFood Kompak Bantu Masjid
-
Tanah Bergerak Guncang Bandung, 20 Rumah Rusak
-
Bencana Mengerikan di Sukabumi, BNPB: 5 Orang Tewas, Ratusan Rumah Rata dengan Tanah
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
Terkini
-
Kemarin Puncak Lumpuh Total! Macet Parah dari Gadog Sampai Cibodas
-
Ajak Warga Berlibur di Bogor, Rudy Susmanto Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
-
Dilarang Berenang, Dua Wisatawan Bandung Tetap Nekat, Akhirnya Terseret Ombak Pantai Jayanti Cianjur
-
Sejarah Bogor dalam Lensa! Pameran Foto PFI Bogor Meriahkan Open House Bupati
-
Geram ke Kades Klapanuggal, Dedi Mulyadi: Kepala Desa Peminta THR Lebih Parah dari Preman