SuaraBogor.id - Lima orang santri terseret ombak di Pantai Cieurih, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur. Satu orang diantaranya dinyatakan hilang, sedangkan lima empat santri lainnya selamat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh SuaraBogor.id peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, Kamis (12/8/2021). Kelima orang santri yang tenggelam itu, diantaranya, Hilman (15), Apep (17), Gunawan (13), Rio (15) dan Ilham (17).
Kelima santri tersebut, diketahui merupakan santri Pondok Pesantren disekitar asal Kecamatan Sindangbarang. Jumat (13/8/2021).
Kepala SAR Bandung, Deden Ridwansyah, menjelaskan, kelima santri yang tenggelam tersebut, diketahui tengah berenang di sekitar Pantai Cieurih, Desa Girijaya. Namun karena arus ombak yang kuat, kelima santri itu langsung terseret arus dan tenggelam.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Dari lima orang santri yang tenggelam, empat orang diantarnya berhasil menyelamatkan diri, namun korban Ilham (17) karena diduga tidak bisa berenang, dan tenggelam," katanya melalui keterangan tertulis.
Berdasarkan keterangan santri yang selamat, kata dia, korban berenang terlalu jauh dengan kondisi gelombang yang sedang tinggi sehingga terseret ombak.
Menurut Deden, sebelumnya rekan korban sempat memperingatkannya supaya tidak berenang terlalu jauh. Namun sebelum berhasil menepi di bibir pantai korban langsung terseret gelombang dan tenggelam.
"Sebelumnya rekan korban sudah memeberi tahu supaya jangan terlalu tengah tapi korban terlebih dahulu diterjang ombak besar dan terseret ke tengah laut," ungkpanya.
Deden menambahkan, hingga saat ini Tim SAR gabungan dibantu sejumlah relawan masih terus berusaha melakukan pencarian korban. Namun hingga pukul 16.00 WIB korban asal Kecamatan Ciogonh iti belum ditemukan.
Baca Juga: Diteror Gelombang Tinggi dan Abrasi, Pemilik Terpaksa Bongkar Warung
"Kita akan terus berusaha melakukan segala upaya, agar korban berhasil diamankan. Dan bila tidak ditemukan sesuai SOP korban akan terus dicari hingga selama tujuh hari kedepan," jelasnya.
Kontributor : Fauzi Noviandi
Berita Terkait
-
Peringati Hari Santri, Siswa Sekolah Rakyat Tampilkan Puisi tentang Mimpi dan Perjuangan
-
Inilah Enam Kado untuk Santri Jateng di HSN 2026, dari Beasiswa hingga Pesantren Aman
-
Menafsir Hari Santri: Dari Resolusi Jihad ke Realitas Sosial Hari Ini
-
Pesan Prabowo di Hari Santri Nasional: Sejarah Kemerdekaan Bangsa Lahir dari Pesantren
-
Tak Hanya Jadi Ulama, Menag Dorong Lulusan Pesantren Kuasai Teknologi
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Perluas Akses Magang Nasional Hingga 17 Regional Office
-
AKBP Arfan Zulkan Sipayung Gantikan AKBP Wikha Ardilestanto sebagai Kapolres Bogor
-
Sekolah di Rumpin Dibobol Maling, Sejumlah Laptop dan Peralatan Elektronik Raib
-
Optimisme Bisnis Berlanjut, BRI Gelontorkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II
-
333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka