SuaraBogor.id - Semenjak PPKM diterapkan oleh pemerintah, sejumlah tempat usaha dibatasi. Bahkan banyak yang tidak boleh beroperasi selama aturan tersebut diberlakukan.
Banyak pelaku usaha yang mengeluh akibat penerapan PPKM oleh pemerintah, salah satunya yakni pebisnis Karaoke yakni Ahmad Dhani.
Ahmad Dhani baru-baru ini tampak mengeluh kesulitan membiayai korban tabrak maut putra bungsunya, Dul Jaelani.
Pasalnya, sekarang ini adalah masa pandemi di mana ia mengaku ekonominya tak begitu bagus lantaran bisnis karaokenya tutup selama PPKM diberlakukan.
Namun, ia menyebutkan bahwa janda-janda yang suaminya ditewaskan Dul beberapa tahun silam tak mau peduli dan terus meminta biaya darinya.
Ahmad Dhani mengungkap bahwa ia harus membiayai enam janda yang suaminya meninggal dunia ditabrak Dul sejak tahun 2013.
“Kalau lo masih ingat, gua kan masih nanggung janda-janda yang ditabrak sama Dul dulu suaminya,” tutur Dhani dalam podcast Deddy Corbuzier, mengutip dari Terkini.id -jaringan Suara.com, Selasa (28/9/2021).
“Dan itu biasanya gue ambilnya dari Masterpiece (bisnis karaoke milik Dhani)," ucapnya.
Menurutnya, meskipun kini bisnis karaokenya itu sedang ‘mati’ karena pandemi Covid-19, ia tetap harus memberikan uang bagi para janda yang suaminya meninggal akibat tabrakan Dul.
Baca Juga: Pemkab Gorontalo Utara Diminta Beri Insentif UMKM Terdampak PPKM
“Tapi kan janda-janda itu enggak mau peduli, harus tetap ada kan. Harus ngasih, ada atau enggak ada,” keluhnya.
Dhani mengatakan, kewajiban untuk membiayai keenam janda itu memang tidak tertulis hitam di atas putih.
Namun, ia tetap harus memberikan uang tersebut setiap bulannya kepada istri dari korban tabrakan sang putra.
Pasalnya, dulu dirinya memang telah berjanji sejak kejadian nahas tersebut menimpa para janda itu.
“Enggak ada sih, moral aja. Kan pernah janji kan. Dari tahun 2013 sampai anak-anaknya selesai kuliah,” ungkapnya.
“Waktu itu kan ada yang masih dua tahun, gue biayain, dan gue sendiri loh yang nanggung, 2013 sampai sekarang.”
Berita Terkait
-
Kehilangan Rumah dan Tempat Usaha, Nasabah PNM Mekaar di Desa Sade Ditemani PNM Lewati Masa Sulit
-
Janda Korban Turbulensi Singapore Airlines SQ321 Gugat Maskapai ke Pengadilan Inggris
-
Janda Korban Turbulensi Singapore Airlines SQ321 Gugat Maskapai ke Pengadilan Inggris
-
Ahmad Dhani Punya Satu Harapan dari Pidato Prabowo: Tegakkan Pasal 33 UUD 1945
-
Janda-janda di Gaza, Terpaksa Cerai Khulu Tak Tahan Hidup Makin Susah di Tengah Perang
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir
-
Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat
-
Berjibaku 24 Jam di TPAS Galuga, Sinergi Bogor Raya Tekan Kobaran Api Hingga Sisa Titik Akhir