SuaraBogor.id - Sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) dari Kelurahan Pamoyanan datangi Kantor Cabang PDAM Cianjur, di Jalan Siliwangi, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.
Belasan emak-emak tersebut mendatangi Kantor PDAM cabang wilaya Cianjur Kota, untuk memprotes terkait buruknya pelayanan perusahaan air minum daerah yang sudah tidak mengalir ke rumah mereka sejak beberapa pekan terakhir.
Seli (50) warga RT07/01, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur mengatakan, terkait kedatanganya bersama beberapa ibu-ibu lainnya, untuk mempertanyakan adanya gangguan pasokan air yang sudah terjadi selama beberapa waktu lalu.
"Sudah beberapa bulan ini pasokan air dari PDAM terus mengalami gangguan, bahkan ada juga yang mati total," katanya pada SuaraBogor.id di Jalan Siliwangi, Senin (25/10/2021).
Baca Juga: Studi AS: Kecemasan dan Depresi pada Ibu Hamil Meningkatkan Risiko Operasi Caesar
Kedatanganya dengan sejumlah ibu-ibu lain, kata dia, merupakan atas inisiatif masing-masing, karena kesal setelah beberapa kali melakukan laporan, namun pasokan air tetap mengalami gangguan.
"Kita kesal kan, disaat waktunya mau berakitiftas, seperti mencuci, dan lainya air selalu gak ada, dan melakukan laporan tetap saja pasokan air terus mengalami gangguan," jelasnya.
Hal serupa diungkapkan, Mumun (54) warga RW 16, Kampung Pamagersari, Gang Mawar, mengungkapkan, selama pasokan air dari PDAM terganggu sejumlah warga terpaksa membeli air, dan menggunakan air sumur.
"Kalau menggunakan air sumur, lama-lama airnya malah jadi kuning dan berbau karena sering diambil airnya. Padahal kita membayar langganan air selalu tepat waktu, tapi pasokanya malah sering mengalami gangguan," kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Cianjur, Budi Karyawan, membatah, terkait pasokan air ke warga selama tiga bulan yang tidak berjalan. Namun disisi lain dirinya mengakui pasokan air ke warga memang tidak 24 jam berjalan lancar.
Baca Juga: Viral Angkot Dirusak Puluhan Pemuda, Ternyata Gara-gara Ini
"Kalau 24 jam kita akui, tidak berjalan lancar setiap saat, terutama pada waktu sibuk, karena banyak warga yang menggunakan, apa lagi kedaerah yang datarannya lebih tinggi, pasti terganggu," ucapnya.
Berita Terkait
-
Jalur Puncak Hari Ini: Pemudik Balik Campur Wisatawan, Macet Tak Terhindarkan?
-
JakOne Mobile Alami Gangguan, Bank DKI Minta Maaf
-
Mau Buka Bisnis Rumahan, Ini Pilihan Pinjaman Modal Usaha Untuk Ibu Rumah Tangga
-
Gejala Nyeri Dada Akibat Anxiety: Apa Bedanya dengan Serangan Jantung?
-
5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Atalia Praratya Ungkap Isi Hati Soal Isu Perselingkuhan Ridwan Kamil
-
Neraka Macet di Puncak Bogor, Jalur Alternatif Cibalok Bikin Wisatawan Sengsara
-
Kecelakaan Maut di Bandung, Suami, Istri dan Keponakan Asal Depok Tewas di Jalur Kamojang
-
Antisipasi Letusan Freatik, Pendakian Gunung Gede Diperpanjang Penutupannya
-
Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota, Potret Kesemrawutan yang Tak Kunjung Usai