SuaraBogor.id - Majelis Ulama Indonesia atau MUI ikut angkat suara soal Sukmawati Soekarnoputri yang belakangan menyita perhatian publik atas keputusan pindah agama yang ia ambil.
Belakangan kabar Sukmawati Soekarnoputri pindah agama Hindu mendapat banyak respon publik.
Terbaru MUI mewanti-wanti Sukmawati agar jangan ada cerca. Sukmawati dilarang menghina atau merendahkan kepercayaan lamanya setelah menjadi pemeluk agama Hindu.
Diungkapkan Wakil ketua MUI, Anwar Abbas, ia mendesak agar Sukmawati lebih fokus dalam menjalani kesehariannya sebagai pemeluk agama Hindu.
Kata dia, perempuan 70 tahun itu tak perlu lagi menyinggung kepercayaan lamanya, yakni Islam.
“Saya meminta kepada Ibu Sukmawati karena ibu sudah pindah agama maka jadilah ibu pengikut agama hindu yang baik,” ujar Anwar Abbas, dikutip dari Terkini.id--Jaringan Suara.com, Minggu (31/10/2021).
“Jagalah persatuan dan kesatuan serta keutuhan bangsa ini dengan baik,” lanjutnya.
Anwar menyarankan sebaiknya Sukmawati bisa lebih fokus dalam menjalani agama barunya dengan baik sehingga bisa saling menghormati antar umat beragama.
“Ibu sekarang sudah tidak beragama Islam lagi maka ibu fokus sajalah dengan agama baru tersebut dan kami umat Islam akan menghormatinya,” tuturnya.
Baca Juga: Potret 5 Artis Ikut Agama Suami, Begini Keadaan Keluarganya Sekarang
Lebih lanjut, Anwar berharap agar kepindahan tersebut bisa membuat para pihak saling menghormati dan berdampingan secara damai.
Anwar menegaskan agar tak ada lagi kata yang menjurus kepada cercaan, makian, apalagi menjelek-jelekkan.
“Untuk itu saya berharap supaya kita saling hormat menghormati dan mari kita hidup berdampingan secara damai,” jelas Wakil Ketua MUI itu.
“Jangan ada cerca mencerca serta jelek menjelekkan di antara kita karena itu akan merusak hubungan baik kehidupan antar umat beragama,” tandasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kenapa Cuma di Indonesia Artis Pindah Agama Dijadikan Komoditas Berita?
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
-
MUI Dorong RUU Pidana LGBT ke Prolegnas, Begini Lampu Hijau dari Pimpinan DPR
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Tolak Pidana LGBTQ, Koalisi Sipil: Jangan Alihkan Isu Korupsi MBG dan Rupiah!
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Proyek PSEL Kayumanis Terancam Cacat Hukum, DPRD Kota Bogor Ingatkan Pemkot Jangan Asal Tabrak Perda
-
Jamin Jalur Wisata Bersih Bangunan Liar, Pemkab Cianjur Minta Pedagang Tunggu Kajian Relokasi
-
Mahfud MD Soroti Prosedur Cacat KUHAP Kasus Eks Jampidsus, KPK Pilih Merespons Hati-hati
-
Kali Baru Cibinong Lumpuh Total! 60 Truk Dikerahkan Angkut Ratusan Ton Sampah
-
Setara Sekolah Swasta Mahal Tapi Gratis, Pemkab Bogor Dongkrak Kapasitas Sekolah Rakyat Jasinga