SuaraBogor.id - Kabar meninggalnya Hanna Kirana akibat gagal jantung tentunya menjadi perhatian banyak pihak. Terbaru kali ini, ada fakta baru sebelum pemain sinetron Suara Hati itu meninggal dunia.
Kepada sang kekasih, Hanna Kirana menitipkan pesan terakhirnya. Dia meminta kepada Ilyas Bachtiar agar tegar jika dirinya sudah tiada.
Hanna meminta juga kepada Ilyas agar tegar dalam menjalani kehidupan.
"Pesan dia satu ya, dia kasih tahu bahwa, 'Yas kamu jangan sedih ya, pokoknya tidak ada yang boleh nyakitin kamu, tidak ada yang boleh buat kamu sedih. Pokoknya aku akan selalu jaga kamu deh'. Makanya saya pas baca pesan Instagram dia, deep juga," kata Ilyas Bachtiar ditemui di pemakaman Hanna Kirana di kawasan Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/11/2021).
"Dia juga bilang, 'aku pengein jaga kamu, pokoknya sebut aja nama aku tiga kali, di manapun kamu berada'. Saya enggak nyangka itu benar-benar bisa kejadian," kata Ilyas Bachtiar menyambung.
Menurut Ilyas Bachtiar, Hanna Kirana sudah merasa bahwa tak lama lagi akan meninggalkan dunia. Kepada Ilyas, Hanna mengaku memiliki firasat buruk.
"Sebenarnya dari 30 hari yang lalu dia bilang sama saya dia punya firasat. 'Kayaknya aku mau meninggal deh'. Dia ngomong sama saya," ujar Ilyas Bachtiar.
Bahkan kata Ilyas, Hanna Kirana sempat meminta maaf kepada kedua orangtuanya dan juga dirinya sebelum meninggal.
"Dia ngomong juga, saya menanggapi percaya tidak percaya, dia sudah minta maaf ke orang tuanya, ke aku juga," sebut Ilyas Bachtiar.
Baca Juga: Rombongan Guru Besar UGM Kecelakaan di Tol Cipali, Dekan Fakultas Peternakan Meninggal
Kini, Ilyas Bachtiar pun mendoakan kepergian sang kekasih agar diberikan tempat terindah oleh Allah SWT.
"Semoga dia bahagia dengan apapun kondisinya di sana. Saya berdoa buat dia supaya lebih tenang," tutur Ilyas Bachtiar.
Seperti diketahui, Hanna Kirana meninggal dunia di usia 19 pada Selasa (2/11/2021) sekitar pukul 21.00 WIB di Rumah Sakit PMI Bogor, Jawa Barat. Hanna meninggal dunia karena gagal jantung.
Berita Terkait
-
Over-Explaining di Chat: Takut Salah Paham atau Beban Mental Digital?
-
LVAD Jadi Harapan Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut, Ini Proses Panjang Sebelum Alat Dipasang
-
Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?
-
Kenang Guruh Soekarnoputra, SBY Cerita Momen saat Keduanya Berbagi Kanvas di Pameran Lukisan
-
Wakili Keluarga di Pemakaman Guruh Soekarnoputra, Rano Karno: Mas Guruh Cinta Indonesia Tanpa Gaduh
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
BRI Perkuat Ekosistem MotoGP Mandalika 2026 Lewat Pariwisata, UMKM, dan Keberlanjutan
-
BRI Dorong Prestasi Atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
-
Ferdy Sambo Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Lapas Cibinong, Tensi Agak Tinggi
-
BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar
-
Kemenimipas Robohkan Bangunan Swadaya di Lapas Cibinong, Status Lahan Milik Pemkab Bogor