SuaraBogor.id - Pemerintah Kota Bogor kembali meluncurkan 28 unit bus gratis Bus Inovatif, Solusi Transportasi Perkotaan Terintegrasi dan Andal (BisKita) Transpakuan. BisKita ini digadang-gadang menjadi moda transportasi pengganti angkot khususnya di Kota Bogor.
BisKita Transpakuan adalah, sebuah layanan transportasi massal kerjasama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Pemerintah Kota Bogor melalui Subsidi berbasis skema Buy The Service (BTS) dengan konsep Bus Rapid Transit (BRT).
Wali Kota Bogor Bima Arya yang meresmikan peluncurkan 28 unit bus tersebut, Rabu (15/12/2021). Dengan begitu hingga hari ini, total ada sebanyak 49 unit BisKita yang akan beroperasi.
Pemkot Bogor pun menghentikan operasional 147 angkot. Bima Arya mengatakan pembagian 28 unit Biskita di Koridor 1 &2 dengan rute Ciawi-Cidangiang-Bubulak
"Untuk koridor 1 terdapat 15 unit BisKita yang beroperasi dan koridor 2 terdapat 13 unit BisKita. Total yang beroperasi ada 28 unit," kata Bima Arya di Halte Cidangiang, Rabu (15/12/2021).
Ia juga mengatakan Halte Cidangiang salah satu yang terbesar untuk Biskita. Nantinya, halte ini juga akan terintergerasi dengan UMKM.
"Shelter atau halte di sini salah satu yang agak luas dan akan diintegrasikan dengan UMKM di sana yang akan kita bina tidak akan kita gusur tidak kita geser tetapi kita akan rapihkan sebagai satu fasikitas yang teritegrasi dengan shelter ini" Ucapnya
Dia menambahkan, 2 Koridor itu akan merambah pusat Kota Bogor yang diharapkannya dapat melayani lebih banyak warga Kota Bogor, khususnya sampai daerah Bogor Selatan dan Bogor Timur. “Insya Allah melayani lebih banyak lagi warga sampai daerah Bogor Selatan dan Bogor Timur," pungkasnya.
Kontributor: Devina
Baca Juga: 11.571 Angkot Terdaftar di Medan, Hanya 2.453 Melengkapi Administrasi
Tag
Berita Terkait
-
Gojek, KAI, & Pemkot Bogor Kolab Dukung Perjalanan Komuter di Stasiun Bogor
-
Sopir Kopaja Diduga Alami Intimidasi, BEM UI Berangkat Demo ke Bundaran HI Naik Angkot
-
Sopir Angkot M44 Protes Rute Tumpang Tindih, Dishub DKI Siapkan Evaluasi Mikrotrans 48A
-
Pendapatan Anjlok, Sopir Angkot M44 Geruduk Balai Kota Minta Pramono Evaluasi Rute Mikrotrans 48A
-
Dari Angkot hingga MRT: Bagaimana Transportasi Publik Jakarta Menemani Perjalanan Hidupku
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
DPRD Kota Bogor Apresiasi Relawan TPAS Galuga
-
Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK
-
23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi
-
34 Tahun Jadi Gunungan Sampah, TPA Galuga Bogor Bakal Diubah Jadi Energi Listrik dan BBM
-
Bodong! DLH Tangsel Sebut TPST Abu & Co Cisadane Tak Punya Izin Lingkungan dan Bangunan