SuaraBogor.id - Salah satu tempat wisata di Kabupaten Bogor lama tutup kini kembali buka, yakni Jungleland Sentul, Jumat (18/12/2021).
Info itu disampaikan langsung Direktur Utama PT Jungleland Asia, Resza Adikreshna, dalam keterangan tertulis yang diterima.
"Jungleland sebagai primadona wisata Kawasan Sentul harus ikut mengalah seperti bisnis wisata lainnya akibat pandemi COVID-19 yang mewabah di Indonesia sejak awal 2020," katanya.
Untuk masuk ke wisata Jungleland Sentul, para pengunjung wajib menunjukkan bukti telah divaksin dosis pertama melalui aplikasi PeduliLindungi.
Sebelum melaksanakan pembukaan, pihaknya memastikan setiap wahana permainan dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE).
"Jungleland sangat serius akan keselamatan pengunjung pada seluruh wahana permainan yang ada. Keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengunjung adalah prioritas utama," terang Resza.
Ia menyebutkan, tempat wisata yang berdiri di lahan 26 hektar itu juga kini dilengkapi dengan pembatas jarak antrean berupa mainan, dan menyadiakan fasilitas pencuci tangan di beberapa titik.
Resza juga memastikan bahwa petugas akan terus menyampaikan imbauan mengenai penerapan protokol kesehatan melalui pengeras suara.
Dirinya berharap dengan dibukanya kembali kawasan wisata yang mampu menampung 15 ribu pengunjung itu, dapat menjadi titik terang kebangkitan industri pariwisata di wilayah Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Tempat Nongkrong di Puncak yang Menarik, Suasana Bikin Tenang dan Sejuk
Jungleland menetapkan harga tiket masuk tanpa wahana senilai Rp45 ribu, tiket terusan senilai Rp175 ribu, serta berlaku gratis bagi lansia di atas usia 60 tahun dan anak dengan tinggi badan di bawa 90 centimeter. [Antara]
Berita Terkait
-
Bangunan Mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong Dibongkar
-
Sidak Ombudsman Ungkap 11 Rumah Dinas di Lapas Cibinong
-
Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta
-
Ombudsman Beri Waktu Sebulan, Fasilitas 'Bilik Sultan' di Lapas Cibinong Harus Rata dengan Tanah
-
Sungai Cileungsi Menghitam Saat Kemarau, Pakar Ungkap Penyebabnya
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
PELOPOR BRI 2026 Jadi Wadah Penguatan Integritas dan Antikorupsi
-
Buntut Rumah Mewah di Lapas Cibinong, Kalapas Wisnu Hani Putranto Dipecat
-
Sapi Unik Berkaki Enam Asal Boyolali Sabet Juara Pertama APPSI Piala Presiden 2026 di Cibinong
-
Dua Meninggal dan Lima Luka-Luka Usai Motor Roda Tiga Nekat Salip Truk di Cileungsi Bogor
-
Tunggu Tanda Tangan Gubernur Jabar, Pembebasan Lahan Jalan Tambang Bogor Tertunda Lagi