Andi Ahmad S
Kamis, 03 Maret 2022 | 08:55 WIB
Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin hadiri Muktamar NU ke-34 di Lampung, Rabu (22/12/2021). (Suara.com/Bagaskara)

SuaraBogor.id - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendapatkan sorotan publik, usai melontarkan pernyataan terkait usulan penundaan Pemilu 2024.

Banyak kalangan publik yang melontarkan hujatan kepada Cak Imin. Banyak pihak juga mengatakan agar usulannya soal Pemilu 2024 ditarik kembali.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid menilai kritik yang dilayangkan terhadap Cak Imin merupakan hal yang biasa.

“Biasa, wajar saja. Demokrasi kan tidak mengharamkan usulan, wacana dan kritikan,” kata Gus Jazil, katanya kepada wartawan, mengutip dari Warta Ekonomi -jaringan Suara.com, Kamis (3/3/2022).

Dia menyebut, pihak yang beranggapan Cak Imin ingin menjebak Presiden Jokowi dengan usulan penundaan pemilu tersebut hanya berspekulasi.

“Itu spekulasi saja dari yang tidak setuju,” kata Jazilul.

Cak Imin sebelumnya mengusulkan agar Pemilu 2024 ditunda setahun atau dua tahun.

Alasan dia karena saat ini negara masih dilanda pandemi yang mempengaruhi perekonomian nasional. Kondisi itu menurutnya perlu perhatian.

Usulan Wakil Ketua DPR itu menuai kritik dari akademisi, pegiat pemilu, hingga elite partai politik.

Baca Juga: ICW: Penundaan Pemilu 2024 Berpotensi Memunculkan Kepemimpinan Otoritarian

Selain Cak Imin, dua ketum parpol lainnya yaitu Ketum Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan juga memunculkan isu penundaan Pemilu 2024.

Terkait itu, Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko sempat menanggapi. Dia mengungkap percakapan antara Jokowi dengan orang terdekatnya soal usulan penundaan Pemilu 2024.

Load More