Di sela-sela kesibukannya sebagai hakim, Anwar sempat melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM dan lulus pada 2001. Ia juga mengambil pendidikan doktoral di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menyandang gelar doktor ilmu hukum pada 2010.
Ia juga sempat menempuh perjalanan hidup yang panjang untuk bisa menjadi hakim di MK, dimana profesi tersebut sebenarnya tidak ia cita-citakan.
Sebelum menjadi hakim MK, Karir Anwar Usman dalam bidang konstitusi bisa dikatakan cukup panjang.
Ia tercatat pernah menjadi Asisten Hakim Agung di Mahkamah Agung (MA) dari 1997 – 2003. Menjabat sebagai Kepala Biro Kepegawaian MA dari 2003 – 2006.
Pada tahun 2005 Anwar Usman diangkat menjadi Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta dengan tetap dipekerjakan sebagai Kepala Biro Kepegawaian. Kemudian pada 2006-2011 dirinya menjabat sebagai Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil MA.
Anwar dilantik menjadi Hakim Konstitusi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 6 April 2011.
Sebelum menjadi Ketua MK, dirinya pernah menjadi Wakil Ketua MK periode pertama 2015-2016, Wakil Ketua MK periode kedua 2016-2018 hingga pada akhirnya menjabat sebagai Ketua MK sejak tahun 2018.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LKHPN) yang bisa diakses publik, calon adik ipar Presiden Jokowi itu tercatat pada 11 Februari 2020 mempunyai harta kekayaan sebesar Rp 5 miliar selama periode 2019.
Harta kekayaan Anwar Usman cukup fantastis dan terbilang meroket cukup pesat.
Pada 15 Maret 2021, Ketua MK tersebut memiliki kekayaan mencapai Rp 26.457.816.968 selama periode 2020.
Adapun rincian kekayaan Usman dari tanah dan bangunan memiliki setidaknya 31 bidang yang tersebar di sejumlah wilayah. Aset tidak bergerak itu berada di Kota Bima, Kota Bekasi dan Kota Tangerang Selatan. Nilainya pun mencapai Rp 5.114.000.000.
Selanjutnya, untuk transportasi Anwar Usman memiliki setidaknya mobil Toyota, sepetda motor jenis Honda, mobil Toyota Kijang; dan mobil Toyota Merk Corolla Altis.
Tag
Berita Terkait
-
Menohok! Ketua Trisakti for Jokowi Dukung Immanuel Ebenezer Dicopot dari Jabatan: Harusnya Kerja Bukan Bela Munarman
-
Tinggal Kenangan, 7 Potret Harmonis Olla Ramlan dan Aufar Hutapea Selama Satu Dekade Menikah
-
Kasus Munarman Cuma Pintu Masuk, Noel JoMan Curigai 2 Menteri Didalangi Pencopotan Dirinya dari Kursi Komisaris
-
Noel Dicopot Jadi Komut BUMN karena Bela Munarman, Disebut Pegang Rahasia Jokowi
-
TIK Polri Gelar Rakernis, Bahas Penguasaan Teknologi Blockchain hingga Artificial Intelligence
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja
-
Dari Nasi Goreng Kecombrang Hingga Americano Peach, Kuliner Berkelas Hadir di Beanfinity
-
Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun