-
Petani Bogor gembira atas kebijakan Presiden Prabowo menurunkan harga pupuk subsidi 20% dan menaikkan HPP gabah, yang meningkatkan keuntungan dan semangat bertani.
-
Kebijakan penurunan harga pupuk diatur Kepmen Pertanian No. 1117/2025. Petani berharap harga tidak naik lagi, dan stok pupuk bersubsidi juga kini melimpah.
-
Harga pupuk Urea dan NPK bersubsidi turun 20%. Ini memicu peningkatan signifikan pembelian pupuk oleh petani, serta menertibkan distribusi di kios.
SuaraBogor.id - Angin segar berhembus kencang di sektor agraris Tanah Air, khususnya bagi para pejuang pangan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto yang melakukan serangan ganda menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen sekaligus menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah disambut dengan antusiasme tinggi.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan konkret yang langsung menyentuh akar masalah kesejahteraan petani. Bagi generasi muda yang mulai melirik sektor agribisnis, momentum ini menjadi sinyal positif bahwa bertani kini bisa menjadi profesi yang lebih menjanjikan secara finansial atau cuan.
Uki, seorang petani asal Kampung Dampyak, Desa Balai Kambang, Kecamatan Jonggol, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menilai margin keuntungan petani kini menjadi lebih tebal.
"Dulu harga pupuk dan harga padi itu hampir seimbang. Kalau sekarang pupuk murah, turun 20 persen, sementara harga padi tinggi. Jadi ada kelebihanlah untuk petani,” kata Uki dilansir dari Antara.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tanggal 22 Oktober 2025, penurunan harga ini berlaku untuk jenis pupuk yang paling krusial bagi pertumbuhan tanaman. Berikut adalah rincian penurunan harganya yang wajib diketahui:
- Pupuk Urea: Turun dari Rp2.250/kg menjadi Rp1.800/kg (Rp90.000 per sak).
- Pupuk NPK: Turun dari Rp2.300/kg menjadi Rp1.840/kg (Rp92.000 per sak).
Di sisi lain, pemerintah juga menaikkan HPP Gabah Kering Panen (GKP) menjadi Rp6.500 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp6.000 per kg. Kebijakan ini berlaku menyeluruh bagi Perum Bulog maupun penggilingan padi swasta.
“Kalau para petani sangat senang sekali. Apalagi sekarang harga padi kan HET-nya sudah bagus. Kami mohon kepada Bapak Presiden, masalah pupuk jangan dinaikkan lagi, malah kalau bisa diperbanyak,” tambah Uki.
Salah satu terobosan yang sangat relevan dengan era digital saat ini adalah penyederhanaan birokrasi. Generasi milenial tentu anti dengan hal yang ribet.
Kini, akses penebusan pupuk tidak lagi berbelit-belit. Asalkan petani terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan masuk dalam sistem database pertanian, pupuk bisa didapat dengan mudah.
Baca Juga: Update Forensik Kasus Alvaro: Polisi Temukan 5 Sampel Tulang Termasuk Rahang Bawah di Tenjo
“Penebusan sekarang sangat mudah. Pupuknya banyak, tidak seperti dulu. Sekarang cukup bawa KTP, di situ sudah tertera. Asalkan tercantum di Simluhtan (Sistem Manajemen Informasi Penyuluhan Pertanian),” jelas Uki.
Kemudahan ini berdampak langsung pada serapan pupuk di tingkat kios. Koyum, pemilik kios pupuk Berkah Tani di Jonggol, mengakui adanya lonjakan transaksi yang signifikan.
“Alhamdulillah sekali, Pak Prabowo nurunin harga. Petani sangat senang, saya sebagai pedagang juga senang sekali. Terima kasih Pak Presiden. Mudah-mudahan dengan harga pupuk turun, harga jual gabah meningkat, hasil panen juga meningkat,” ujar Koyum.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar gimmick, melainkan fondasi menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. Pihaknya telah melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke berbagai provinsi untuk memastikan harga di tingkat kios sesuai dengan aturan pusat.
“Kami sudah sidak ke tujuh sampai delapan provinsi untuk memastikan kebenaran di lapangan. Alhamdulillah, semua patuh pada arahan pusat dan Presiden Prabowo. Harga pupuk subsidi turun 20 persen di seluruh Indonesia," tegas Mentan Amran. [Antara].
Berita Terkait
-
Update Forensik Kasus Alvaro: Polisi Temukan 5 Sampel Tulang Termasuk Rahang Bawah di Tenjo
-
3 Hidden Gem Wisata Alam Ciampea Bogor Buat Healing Akhir Tahun Anti Macet
-
Polisi Sisir Ulang Titik Pembuangan di Bogor, Target Spesifik Temukan Bagian Tubuh yang Hilang
-
Puluhan Warga Penuhi Area Kebakaran Hebat di Bogor Hingga Persulit Kerja Damkar
-
Wajib Dikunjungi Akhir Tahun! 4 Hidden Gem Bogor yang Bikin Feed Instagram Auto Jepang dan Santorini
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan