SuaraBogor.id - Di tengah meningkatnya minat pasar terhadap produk fesyen ramah lingkungan, kerajinan berbahan serat alam dari Bali terus menunjukkan daya tariknya. Salah satunya datang dari TSDC Bali (Tanda Sayang dan Cinta), brand kerajinan asal Desa Celuk, Sukawati, Kabupaten Gianyar, yang kini produknya diminati pasar lokal hingga mancanegara.
TSDC Bali menghadirkan kerajinan berbahan serat alam seperti ate, rotan, dan pandan yang diolah secara handmade oleh pengrajin lokal. Dengan sentuhan desain modern yang tetap mempertahankan teknik anyaman tradisional, bahan alami tersebut diolah menjadi produk fesyen seperti tas, dompet, dan aksesori. Beberapa produk yang paling diminati pelanggan antara lain beach bag, topi, dan dompet anyaman yang banyak digunakan untuk kegiatan liburan maupun aktivitas sehari-hari.
Founder dan Owner TSDC Bali Ni Wayan Sri Mustika Dewi mengungkapkan bahwa usaha yang ia rintis berangkat dari keinginan menghadirkan produk kerajinan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna emosional bagi penggunanya.
“TSDC mulai dirintis pada tahun 2020 dari keinginan untuk menghadirkan ‘tanda sayang’ melalui produk yang personal dan bermakna. Nama ‘Tanda Sayang dan Cinta’ bukan sekadar label, tetapi mencerminkan filosofi bahwa setiap produk buatan tangan membawa energi kasih sayang dari pembuatnya kepada pemakainya. Proses membangun usaha ini dimulai dari eksplorasi kekayaan serat alam di Bali seperti ata, pandan, dan rotan. Dari usaha skala kecil, TSDC terus menjaga konsistensi kualitas dan desain yang relevan dengan pasar modern hingga akhirnya berkembang menjadi brand yang dikenal di berbagai pameran,” jelasnya.
Dalam perjalanan mengembangkan usaha, TSDC memanfaatkan ekosistem pemberdayaan UMKM BRI melalui platform LinkUMKM. Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar. Platform ini menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung lebih dari 750 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku UMKM.
“Awalnya saya mengenal LinkUMKM melalui ekosistem pemberdayaan UMKM yang dijalankan BRI, baik melalui Mantri BRI di unit terdekat maupun berbagai program pelatihan seperti Go Modern. Bergabung dengan LinkUMKM membantu kami melakukan self assessment terhadap kelas usaha sekaligus membuka akses ke jejaring komunitas UMKM yang lebih luas secara digital,” ungkap Sri.
Berbagai pelatihan tersebut turut meningkatkan kepercayaan diri TSDC untuk tampil di berbagai event, mulai dari pameran UMKM hingga ajang fashion week di Bali. Kegiatan tersebut membuka peluang jejaring dengan berbagai buyer potensial, termasuk dari sektor perhotelan, instansi, hingga wisatawan yang berkunjung ke Bali. Saat ini produk TSDC dipasarkan melalui gerai offline, reseller, marketplace, media sosial seperti Instagram dan TikTok, serta kerja sama penjualan B2B dan berbagai pameran sehingga mampu menjangkau pelanggan dari pasar lokal hingga ekspor.
Dalam operasional usaha sehari-hari, TSDC juga memanfaatkan layanan perbankan BRI seperti QRIS BRI untuk memudahkan transaksi non-tunai, BRImo untuk memantau arus kas usaha sekaligus melakukan pembayaran kepada pemasok bahan baku, serta tabungan BritAma sebagai rekening utama pengelolaan transaksi bisnis.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa TSDC Bali merupakan contoh bagaimana pelaku UMKM mampu mengembangkan kerajinan berbasis kearifan lokal hingga menjangkau pasar yang lebih luas.
Baca Juga: BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar
“Dengan penguatan kapasitas usaha, inovasi desain, serta dukungan akses pasar yang lebih luas, produk kerajinan seperti yang dikembangkan TSDC menunjukkan bahwa karya berbasis kearifan lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan tren pasar. Pendampingan yang tepat juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran dan menjangkau segmen konsumen yang lebih luas. Melalui berbagai program pemberdayaan, BRI terus mendorong UMKM agar dapat berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya. ***
Berita Terkait
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar
-
Transaksi Tetap Lancar Saat Libur Lebaran, BRI Andalkan BRImo dan Jaringan ATM Nasional
-
Genap Setahun, Danantara Indonesia Tegaskan Komitmen Bangun Fondasi Ekonomi dan Generasi Masa Depan
-
BRI Sediakan 175 Bus Mudik Gratis untuk Ribuan Pemudik Lebaran 2026
-
Fundamental Perbankan Nasional Masih Solid, Hery Gunardi Ingatkan Potensi Risiko Global
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Dampingi 380 Debitur hingga Lepas dari Rentenir
-
Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat
-
Berjibaku 24 Jam di TPAS Galuga, Sinergi Bogor Raya Tekan Kobaran Api Hingga Sisa Titik Akhir
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas