- Pemkab Bogor menunggu pengesahan dokumen tanah dan penetapan lokasi dari Gubernur Jabar untuk jalan tambang.
- Anggaran pembebasan lahan Rp100 miliar dipangkas menjadi Rp10 miliar dan dialihkan untuk pendidikan serta kesehatan.
- Pembangunan jalan sepanjang sebelas kilometer bertujuan memisahkan truk tambang dari jalan umum demi keselamatan warga.
SuaraBogor.id - Lanjutan pembebasan lahan jalan khusus angkutan tambang di Kabupaten Bogor masih menunggu Dokumen Penetapan Lokasi (Penlok) yang ditandatangani Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Menurut Sekda Kab. Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, berkasnya saat ini sedang dalam tahap pengesahan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) di Disperkim Pemprov Jabar.
"Menuju penetapan lokasi yang ditandatangani gubernur, harus melengkapi dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) di bawah Disperkim Jabar," kata Ajat.
Menurut dia, setelah dokumen tersebut disahkan, proses berikutnya adalah penerbitan penetapan lokasi oleh Gubernur Jawa Barat.
"Saat ini masih dalam proses pengesahan dokumen tersebut. Setelah itu akan diterbitkan penetapan lokasi dari gubernur," ujarnya.
Belum terbitnya penlok tersebut berdampak pada rencana penggunaan anggaran pembebasan lahan jalan tambang pada tahun ini.
Pemkab Bogor sebelumnya menyiapkan sekitar Rp100 miliar untuk pembebasan lahan, tetapi dalam APBD Perubahan 2026 anggaran tersebut dikurangi menjadi sekitar Rp10 miliar karena tahapan pengadaan tanah belum dapat dilaksanakan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan pemerintah daerah memilih menyesuaikan anggaran karena tahun anggaran 2026 hanya menyisakan sekitar tiga bulan, sementara proses penetapan lokasi masih berlangsung.
"Berapa pun biaya yang dibutuhkan, Pemerintah Kabupaten Bogor mempersiapkan. Tapi pada saat dia tertahan cukup lama dan waktu tinggal tiga bulan lagi, maka kita akan prioritaskan beberapa program-program yang prioritas lainnya untuk kesehatan, untuk pendidikan," kata Rudy.
Baca Juga: Rp90 Miliar Anggaran Lahan Jalan Tambang Dialihkan ke Pendidikan dan Kesehatan Bogor
Ia menyebut, sekitar Rp90 miliar yang sebelumnya disiapkan untuk pembebasan lahan dialihkan sementara untuk membiayai infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan jalan.
Meski demikian, Rudy memastikan Pemkab Bogor tetap melanjutkan rencana pembebasan lahan dan akan kembali memenuhi kebutuhan anggarannya pada APBD 2027.
"Nanti sambil menunggu penetapan lokasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Januari kita isi penuh kembali," ujarnya.
Jalan khusus angkutan tambang direncanakan sepanjang sekitar 11 kilometer melintasi kawasan pertambangan di Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang serta terintegrasi dengan jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) III.
Pembangunan jalan tersebut dirancang untuk memisahkan kendaraan pengangkut material tambang dari jalan umum sehingga dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mengurangi kerusakan infrastruktur di wilayah barat Kabupaten Bogor. [Antara].
Berita Terkait
-
Rp90 Miliar Anggaran Lahan Jalan Tambang Dialihkan ke Pendidikan dan Kesehatan Bogor
-
Kemenimipas Robohkan Bangunan Swadaya di Lapas Cibinong, Status Lahan Milik Pemkab Bogor
-
Temuan 'Apartemen' Lapas Cibinong Bikin Meradang, DPR Minta Usut Dugaan CCTV Sengaja Dimatikan
-
Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar
-
'Apartemen' Mewah Lapas Cibinong Ternyata Ilegal, Tak Terdaftar BMN dan Tanpa APBN
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Tunggu Tanda Tangan Gubernur Jabar, Pembebasan Lahan Jalan Tambang Bogor Tertunda Lagi
-
Rp90 Miliar Anggaran Lahan Jalan Tambang Dialihkan ke Pendidikan dan Kesehatan Bogor
-
BRI Perkuat Ekosistem MotoGP Mandalika 2026 Lewat Pariwisata, UMKM, dan Keberlanjutan
-
BRI Dorong Prestasi Atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
-
Ferdy Sambo Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Lapas Cibinong, Tensi Agak Tinggi