Andi Ahmad S
Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:39 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A.Rachim saat meninjau progres pembangunan Leuweung Batutulis pada Rabu (7/10/26). [Dziharul Islam Nusantara/Suara Bogor].
Baca 10 detik
  • Wali Kota Bogor menyatakan Leuweung Batutulis tidak dapat sepenuhnya dijadikan hutan kota karena pertimbangan geografis.
  • Kondisi tebing yang labil dan risiko akar pohon keras terhadap tembok penahan tanah menjadi kendala utama.
  • Pemerintah Kota Bogor masih mengkaji jenis tanaman aman seperti perdu untuk ditanam di kawasan tersebut.

SuaraBogor.id - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyebut penataan kawasan Leuweung Batutulis tidak bisa sepenuhnya diarahkan menjadi hutan kota.

Kawasan tersebut berada di sekitar akses sepeda motor Jalan Saleh Danasasmita yang mengalami longsor pada awal 2026.

Pascalongsor, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memutuskan tidak mengembalikan fungsi jalan tersebut seperti sebelumnya. Sebagai gantinya, kawasan terdampak akan ditata dengan konsep yang menyerupai hutan kota.

Namun, Dedie mengatakan terdapat sejumlah kondisi yang membuat kawasan tersebut tidak memungkinkan sepenuhnya dijadikan hutan kota. Salah satunya adalah kondisi geografis berupa tebing yang cukup labil.

Selain kondisi geografis, aspek keselamatan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan jenis tanaman yang akan ditanam di kawasan tersebut.

Menurut Dedie, penanaman pohon dengan karakter akar yang kuat di lokasi rawan longsor justru berpotensi menimbulkan risiko baru. Akar tanaman dikhawatirkan dapat memengaruhi kondisi Tembok Penahan Tanah (TPT) di sekitar kawasan underpass Batutulis.

"Nah, kondisi Leuweung sebetulnya tidak sepenuhnya seperti hutan kota. Kenapa? Karena adanya di tebing," ujar Dedie di Batutulis, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026).

"Ada beberapa kendala, terutama tadi saya diskusi kalau ditanam tanaman keras yang akarnya menancap, begitu ada risiko tidak? Ternyata ada risiko," lanjutnya.

Dedie mengatakan, pihaknya masih mengkaji jenis tanaman yang relatif aman untuk ditanam di kawasan tersebut.

Baca Juga: Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan

"Makanya kalau saya tanya ke Kadisperumkim, mungkin ada beberapa jenis pohon yang relatif aman. Jadi artinya ini berproseslah," katanya.

Meski demikian, Dedie mendorong penghijauan tetap dilakukan di kawasan Leuweung Batutulis, khususnya di area yang berada di sisi Istana Batutulis.

Menurutnya, area tersebut masih memungkinkan untuk ditanami pohon karena lokasinya tidak berada di dekat tebing.

"Ini berjalan, berproses, mudah-mudahan yang penting ini semuanya bisa selesai dan memenuhi harapan masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan, kondisi tanah di sekitar Jalan Saleh Danasasmita berupa lereng tebing yang cukup labil.

Karena itu, pihaknya akan kembali mengkaji jenis tanaman yang sesuai untuk ditanam di area tersebut agar tidak mengganggu kestabilan lereng dan menimbulkan risiko baru.

Load More