- WALHI Jawa Barat mengapresiasi keterbukaan EIGER Nature dalam menindaklanjuti masukan terkait pelestarian lingkungan pada Rabu, 7 Oktober 2026.
- Hasil peninjauan lapangan menunjukkan bahwa EIGER Nature telah memenuhi seluruh kelengkapan perizinan serta dokumen lingkungan sejak tahun 2018.
- Direktur Eksekutif WALHI Jabar berharap pengelolaan jangka panjang EIGER Nature dapat menjadi contoh teladan bagi pelaku usaha lain.
"EIGER Nature ini masih berada di tahap awal dan akan berlangsung dalam jangka panjang. Kalau terus dilakukan dengan serius dan terus melibatkan tim pakar, akademisi, serta NGO, ini bisa menjadi pilot project atau menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang menjalankan kegiatan berbasis alam," kata Iwang.
Ia berharap EIGER Nature dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain yang ingin mengembangkan kegiatan berbasis alam tanpa mengesampingkan aspek lingkungan.
"Harapannya, EIGER Nature bisa menjadi contoh baik bagi pengusaha lain. Komitmen ini perlu terus dijalankan dan diperkuat, dengan tidak mengesampingkan aspek lingkungan," sambungnya.
Sementara itu, Direktur Utama EIGER Nature Imanuel Wirajaya mengatakan, keterlibatan berbagai pihak merupakan bagian dari konsep Pentahelix yang diterapkan dalam proses pengelolaan kawasan.
Menurut Imanuel, kolaborasi tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi berbagai kegiatan yang telah dilakukan sekaligus menentukan hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
"EIGER Nature dibangun melalui proses kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Kami ingin membuka ruang agar masukan dan kritik tidak hanya disampaikan, tetapi juga dapat dilihat kembali secara langsung di lapangan, apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah baik untuk dipertahankan, dan apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan," ujar Imanuel.
Ia mengatakan, keterlibatan berbagai pihak merupakan bagian dari perjalanan EIGER Nature untuk terus belajar dan memperkuat komitmennya terhadap alam, budaya, masyarakat serta keberlanjutan kawasan.
"Kami percaya, menjaga alam adalah perjalanan bersama. Dari keterbukaan, kritik, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi, kita dapat menciptakan pengalaman di alam yang bermakna bagi manusia sekaligus membawa kebaikan bagi alam dan generasi mendatang," tutupnya.
Baca Juga: Dedie Rachim: Leuweung Batutulis Tak Bisa Sepenuhnya Jadi Hutan Kota
Berita Terkait
-
Dedie Rachim: Leuweung Batutulis Tak Bisa Sepenuhnya Jadi Hutan Kota
-
Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan
-
DPRD dan Pemkot Bogor Sahkan Dua Perda, Pasar Rakyat dan Adminduk
-
KPK Periksa Menteri Nusron Wahid Hari Ini
-
33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Gandeng Pakar hingga Akademisi, WALHI Jabar Harap EIGER Nature Jadi Pilot Project
-
Dedie Rachim: Leuweung Batutulis Tak Bisa Sepenuhnya Jadi Hutan Kota
-
Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan
-
DPRD dan Pemkot Bogor Sahkan Dua Perda, Pasar Rakyat dan Adminduk
-
KPK Periksa Menteri Nusron Wahid Hari Ini