Andi Ahmad S
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:33 WIB
Pekerja merawat tanaman melon. [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/bar]
Baca 10 detik
  • BUMDes Kuntum Mekar menyelenggarakan acara Open Farm petik melon hidroponik di Bojonggede pada 10-11 Oktober 2026.
  • Melon berkualitas tinggi hasil budidaya lokal tersebut dijual kepada masyarakat seharga Rp35.000 per kilogram.
  • Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan produk pertanian desa, memperluas pemasaran, serta mendukung ketahanan pangan lokal.

SuaraBogor.id - Ingin merasakan pengalaman panen buah sendiri? BUMDes Kuntum Mekar Desa Waringinjaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, menggelar acara Open Farm petik melon hidroponik langsung dari kebunnya.

Kegiatan yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 ini mengajak masyarakat untuk merasakan sensasi memilih, memetik, menimbang, hingga membawa pulang melon segar kualitas terbaik.

Direktur BUMDes Kuntum Mekar, Rudi Irawan, menyampaikan bahwa acara ini terbuka untuk siapa saja yang ingin menikmati kesegaran melon hidroponik yang siap panen.

"Petik langsung, timbang, dan langsung bawa pulang," kata Rudi, dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan, melon hasil budidaya BUMDes Kuntum Mekar dijual dengan harga Rp35.000 per kilogram atau lebih rendah dibandingkan dengan harga melon sejenis yang dipasarkan di supermarket.

Menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil pertanian desa kepada masyarakat serta memperluas pemasaran produk BUMDes.

Saat ini, BUMDes Kuntum Mekar mengelola dua rumah kaca atau greenhouse dengan ukuran masing-masing 40x20 meter untuk budidaya melon menggunakan sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT).

Rudi mengatakan usaha budidaya melon tersebut mulai dirintis pada Juli 2025 dan resmi berjalan sejak September 2025. Hingga Oktober 2026, budidaya melon telah memasuki masa panen ketiga.

Sementara itu, Pengawas BUMDes Kuntum Mekar Rino Zamariska mengatakan pihaknya berupaya meningkatkan produktivitas budidaya melon dengan menargetkan panen secara berkala setiap dua pekan.

Baca Juga: Mewah dan Strategis, Segini Kisaran Harga Rumah di Area CBD Sentul Terbaru

"Kita mau mengembangkan bagaimana melon ini bisa panen dua minggu sekali," ujarnya.

Menurut Rino, pola budidaya yang diterapkan saat ini masih menjadi percontohan untuk menentukan metode pemeliharaan paling efektif, mulai dari penanaman hingga masa panen.

Ia menyebutkan melon yang dihasilkan memiliki tingkat kemanisan mencapai lebih dari 15 Brix, dengan proses budidaya yang mengutamakan kebersihan tanaman serta meminimalkan penggunaan bahan kimia.

Selain mengembangkan melon hidroponik, BUMDes Kuntum Mekar juga menjalankan usaha peternakan ayam petelur dengan populasi sekitar 1.000 ekor yang telah menghasilkan telur setiap hari.

Hasil produksi telur tersebut dipasarkan melalui warung-warung di sekitar lokasi peternakan dengan ketentuan pembelian minimal 10 kilogram untuk distribusi.

Melalui pengembangan kedua unit usaha tersebut, BUMDes Kuntum Mekar berupaya meningkatkan pendapatan desa sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Load More