Andi Ahmad S
Kamis, 05 November 2026 | 15:08 WIB
Sejumlah mobil dari tim penyidik KPK yang hendak berangkat usai proses penggeledahan di Kantor BPN Kabupaten Bogor. [Dziharul Islam Nusantara/Suara Bogor]
Baca 10 detik
  • KPK memeriksa empat saksi terkait dugaan korupsi Kementerian ATR/BPN di Jakarta pada hari Kamis.
  • Dugaan korupsi tersebut berawal dari OTT KPK di Jabodetabek tanggal 14 September 2026.
  • KPK telah menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus suap pengurusan hak guna bangunan tersebut.

Pada 17 September 2026, penyidik KPK menggeledah ruangan Lampri, Dirjen Survei, Pemetaan Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN Virgo Eresta Jaya, Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian ATR/BPN Asnaedi, serta ruangan direktorat terkait kasus tersebut.

Pada 18 September 2026, KPK melanjutkan kegiatan penggeledahan dengan menggeledah kantor Summarecon di Jakarta, dan rumah Lampri di Bekasi. KPK pada 21 September 2026 menggeledah kantor Summarecon di Kabupaten Bogor.

Dua hari setelahnya, KPK menggeledah Kantor Pertanahan Kota Mojokerto. Kemudian, KPK pada 24 September 2026 menggeledah Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Timur, dan rumah Lampri di Nganjuk.

Pada 29 September 2026, KPK menggeledah kantor PT Bela Parahiyangan Investindo di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. [Antara].

Load More