Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 08 Januari 2021 | 07:52 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini blusukan ke kolong jembatan Pegangsaan, Jakarta [Kemensos]

Misalnya saat Fadli Zon mengkritik blusukan Risma ke kolong jembatan di Jakarta beberapa waktu lalu. Fadli Zon menyebut Risma telah mengambil alih tugas Kepala Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta.

Lalu saat Risma blusukan menemui tuna wisma atau gelandangan di pinggir jalan Jakarta dan melihat kondisi Liponsos di Bekasi, lagi-lagi Fadli Zon juga cerewet di Twitter.

Saat itu Fadli Zon menulis pendapatnya tentang blusukan.

"Blusukan secara proporsional bagus saja sbg cara melihat langsung lapangan. Tp klu kecanduan blusukan maka harus diperiksa jgn2 gangguan 'gila pencitraan'."

Baca Juga: Blusukan Dicibir, PSI: Kami Yakin Bu Risma Mampu Jadi Tulang Punggung Baru

Fadli Zon dan Tri Rismaharini jadi trending Twitter hari ini [Foto: Suara.com]

Terlepas dari itu, blusukan Mensos Risma memang menuai kontroversi baru-baru ini. Kritikan pedas datang dari berbagai kalangan, diantaranya politisi dan akademisi.

Peneliti kebijakan publik dari lembaga Political and Public Policy Jerry Massie misalnya. Ia menduga kegiatan Risma merupakan bagian dari manuver politik yang momentumnya belum tepat.

"Ini gaya blusukan mengarah ke DKI 1," kata Jerry kepada Suara.com, Selasa (5/1/2021).

"Ini bagian political imaging atau pencitraan politik. Gaya wali kota Surabaya mau coba dia terapkan di ibu kota. Barangkali waktu dan tempat berbeda," kata Jerry.

Jerry menilai gaya yang ditunjukkan Risma sekarang sama seperti gaya Presiden Joko Widodo dulu, semenjak masih menjadi wali kota Solo.

Baca Juga: Blusukan Mensos Disoal, PSI: Kami Percaya Bu Risma Figur Terbaik

"Memang blusukan gaya Jokowi juga waktu di Solo. Paling publik akan pertanyakan ini murni politis atau murni humanis," katanya.

Load More