-
Hujan deras di Ciawi pada Januari 2026 menyebabkan tembok penahan tanah milik Villa PT Ikke ambruk, menimpa pemukiman warga di Kampung Cibedug akibat kondisi tanah yang sangat jenuh dan labil.
-
Bencana longsor ini mengakibatkan kerusakan satu unit rumah warga serta menimbun sebuah sepeda motor, namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden yang dipicu oleh cuaca ekstrem di Bogor.
-
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor segera melakukan asesmen dan evakuasi material longsor raksasa guna membantu warga terdampak serta memastikan keamanan lokasi di tengah tingginya ancaman bencana hidrometeorologi awal tahun.
SuaraBogor.id - Awal tahun 2026 tampaknya menjadi momen di mana kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi harus ditingkatkan maksimal.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya tak hanya membawa hawa dingin, tetapi juga ancaman nyata bagi warga yang bermukim di area perbukitan.
Pada Senin, 5 Januari 2026 kemarin, bencana tanah longsor menerjang kawasan Kampung Cibedug, Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.
Insiden ini dipicu oleh ambruknya infrastruktur penahan tanah yang tidak kuat menahan beban air hujan, hingga menyebabkan kerugian materiil bagi warga sekitar.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, pemicu utama kejadian ini adalah cuaca ekstrem. Sehari sebelum insiden terjadi, wilayah Ciawi diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama.
Guyuran air hujan tersebut mengakibatkan kontur tanah di wilayah tersebut menjadi jenuh dan labil. Akibatnya, struktur Tembok Penahan Tanah (TPT) milik Villa PT Ikke tak kuasa menahan pergerakan tanah. TPT dengan dimensi raksasa—panjang 18 meter, tinggi 7 meter, dan lebar 1,5 meter—tersebut runtuh seketika.
Bayangkan tembok setinggi rumah dua lantai ambruk menimpa area di bawahnya. Suara gemuruh longsoran tentu membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.
Dampak dari runtuhnya tembok raksasa ini cukup serius. Material longsor berupa tanah, bebatuan, dan puing beton langsung menghantam pemukiman warga yang berada di bawahnya. Satu unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat hantaman material tersebut.
Tak hanya bangunan, harta benda warga pun tak luput dari sasaran. Salah satu sepeda motor milik warga yang sedang terparkir ikut tertimbun material longsoran. Kejadian ini menjadi pengingat betapa bahayanya memarkir kendaraan atau beraktivitas di dekat tebing atau tembok tinggi saat musim hujan.
Merespons laporan darurat dari warga, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor langsung bergerak ke lokasi kejadian. Prioritas utama petugas adalah memastikan tidak ada korban jiwa dan melakukan asesmen kerusakan.
Baca Juga: Cuma Butuh 37 Menit! Damkar Bogor Sat-Set Jinakkan Api di Gudang Kasur Metland Cileungsi
Petugas bersama warga dan aparat setempat bahu-membahu membersihkan material longsoran yang menimbun akses dan properti warga. Proses evakuasi kendaraan roda dua yang tertimbun pun dilakukan dengan hati-hati agar tidak menambah kerusakan.
Berita Terkait
-
Cuma Butuh 37 Menit! Damkar Bogor Sat-Set Jinakkan Api di Gudang Kasur Metland Cileungsi
-
Ada Apa di Vivo Mall? Dinas Pertanahan Bogor Pindahkan Fokus Pelayanan ke Pusat Keramaian
-
Wujud Kepedulian, IPB University Kucurkan Donasi Tahap 2 Senilai Rp80 Juta untuk Sumatera
-
Dana Pusat Telat Cair, Pemkab Bogor Pastikan Sisa Bayar Proyek 2025 Rampung Awal Tahun Ini
-
Pangkas Biaya Operasional, Patisserie Populer di Bogor Ini Resmi Beralih ke Gas Bumi PGN
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas
-
Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei
-
Kecelakaan Tunggal Cileungsi-Jonggol, Penumpang Bak Pikap Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik
-
Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor
-
Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor