-
IPB University melalui UWDS menyerahkan donasi tahap kedua senilai 80 juta rupiah kepada ARM HA-IPB untuk membantu korban banjir di Sumatera, sebagai bentuk nyata kepedulian sosial seluruh civitas akademika kampus.
-
Rektor IPB mengapresiasi inovasi ARM HA-IPB dalam penanganan bencana, termasuk penyediaan Starlink serta bantuan pangan steril hasil riset kampus untuk mendukung pemulihan penyintas banjir di wilayah Aceh dan Sumatera.
-
Kolaborasi strategis antara UWDS dan ARM HA-IPB mencakup bantuan logistik, pemipaan air bersih, serta dukungan psikososial yang tersebar di delapan kabupaten di tiga provinsi terdampak banjir besar di wilayah Sumatera.
SuaraBogor.id - Solidaritas untuk pemulihan pascabencana di Pulau Sumatera terus mengalir deras. Tidak hanya sekadar mengirimkan logistik konvensional, IPB University membuktikan diri sebagai kampus inovasi yang responsif terhadap krisis kemanusiaan.
Melalui Unit Wakaf dan Dana Sosial (UWDS), IPB University kembali menyerahkan donasi tahap ke-2 senilai Rp 80 juta kepada Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB).
Seremonial penyerahan yang berlangsung di Sekolah Bisnis IPB University, Kota Bogor, Senin (5/1/2026), menjadi bukti sinergi kuat antara akademisi dan alumni.
Rektor IPB, Dr. Alim Setiawan Slamet, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Ketua Umum ARM HA-IPB, Ir. Ahmad Husein, didampingi oleh jajaran Wakil Rektor dan Kepala UWDS.
Rektor IPB memberikan apresiasi khusus terhadap kreativitas ARM HA-IPB yang tidak hanya memberikan pangan, tetapi juga memikirkan akses komunikasi di daerah terisolir.
“Bantuan ARM HA-IPB bahkan sangat kreatif, misalnya melalui penyediaan jaringan telekomunikasi Starlink untuk wilayah terdampak bencana. Hal ini tidak terpikirkan oleh banyak pihak,” ujar Alim Setiawan kepada wartawan, Selasa 6 Desember 2025.
Keberadaan internet satelit Starlink di lokasi bencana sangat krusial untuk koordinasi tim SAR, pendataan korban, hingga menghubungkan penyintas dengan keluarga mereka yang terpisah.
Selain teknologi komunikasi, IPB University juga menurunkan inovasi pangan andalannya untuk menjaga gizi para korban banjir.
Bantuan ini mencakup 16 ribu paket nasi steril siap santap dan 13 ribu paket makanan bayi. Produk ini dirancang tahan lama tanpa pengawet berbahaya, sangat cocok untuk kondisi darurat.
Baca Juga: Dana Pusat Telat Cair, Pemkab Bogor Pastikan Sisa Bayar Proyek 2025 Rampung Awal Tahun Ini
“IPB University juga telah mengirimkan tim dukungan psikososial ke Aceh. Selain itu, IPB menyediakan inovasinya dengan memproduksi 16 ribu paket nasi steril siap santap serta 13 ribu paket makanan bayi. Kita bukan hanya mengirimkan melainkan juga melatih warga setempat untuk dapat memproduksinya,” tegas Alim Setiawan.
Kepala UWDS IPB, Prof. Dr. Alla Asmara, menjelaskan bahwa donasi ini adalah kelanjutan dari tahap pertama sebesar Rp 50 juta yang telah disalurkan sebelumnya. Dana ini dihimpun dari kepedulian seluruh civitas akademika IPB sejak awal Desember 2025.
“Kami berterima kasih atas partisipasi seluruh civitas akademika IPB untuk membantu warga yang terdampak banjir di Sumatera, juga kepada ARM HA-IPB atas kerja sama yang baik yang telah dibangun selama ini,” kata Alla.
Sementara itu, Ketua Umum ARM HA-IPB, Ahmad Husein, melaporkan bahwa bantuan telah menyentuh 8 kabupaten di 3 provinsi, yakni Aceh (Bener Meriah, Bireuen, Aceh Tamiang, Aceh Timur), Sumatera Utara (Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Tapanuli Tengah), dan Sumatera Barat (Agam).
"Dukungan tersebut meliputi distribusi bantuan pangan dan non-pangan, obat-obatan, penyediaan shelter darurat, family kit, penyediaan jaringan komunikasi Starlink, lampu panel tenaga surya, dan pemipaan air bersih,” jelas Husein.
Donasi tahap kedua ini akan difokuskan untuk proyek infrastruktur vital yang mendesak. Dalam waktu dekat, ARM HA-IPB akan meresmikan instalasi air bersih di Nagari Salareh Aia Timur (Sumbar) dan sumur bor di Desa Alue Kuta (Aceh).
Berita Terkait
-
Dana Pusat Telat Cair, Pemkab Bogor Pastikan Sisa Bayar Proyek 2025 Rampung Awal Tahun Ini
-
Pangkas Biaya Operasional, Patisserie Populer di Bogor Ini Resmi Beralih ke Gas Bumi PGN
-
Darurat Lahan Makam di Puncak Bogor
-
6 Orang Ngaku Polisi dan Wartawan Diamuk Massa, Lakukan Pemerasan ke Warga
-
4 Fakta ETLE Flyover Cibinong yang Wajib Kamu Tahu Biar Gak Dapat Surat Cinta
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Dedie Rachim: Leuweung Batutulis Tak Bisa Sepenuhnya Jadi Hutan Kota
-
Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan
-
DPRD dan Pemkot Bogor Sahkan Dua Perda, Pasar Rakyat dan Adminduk
-
KPK Periksa Menteri Nusron Wahid Hari Ini
-
33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo