-
Penerapan ETLE di Flyover Cibinong Satlantas Polres Bogor resmi memberlakukan tilang elektronik (ETLE) di Flyover Cibinong mulai 5 Januari 2026 guna menindak pelanggar lalu lintas dan memantau situasi jalan secara real-time selama 24 jam.
-
Fungsi Ganda Pengawasan Digital Teknologi ETLE berfungsi sebagai instrumen penegakan hukum sekaligus sistem keamanan untuk memantau kecelakaan dan gangguan lalu lintas di jalur protokol strategis yang menghubungkan Bogor dengan Kota Depok.
-
Mendorong Kedisiplinan Pengendara Penerapan kamera ETLE bertujuan mengubah pola pikir masyarakat agar tetap tertib berkendara secara mandiri tanpa harus diawasi petugas, demi terciptanya keamanan dan keselamatan di jalan raya secara konsisten.
SuaraBogor.id - Mulai hari ini, Senin 5 Januari 2026, pengendara yang melintas di kawasan Flyover Cibinong tidak bisa lagi sembarangan. Satlantas Polres Bogor resmi memberlakukan penindakan via kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Bukan sekadar pajangan, sistem ini punya peran vital. Berikut 4 fakta menarik di baliknya:
1. "Mata-Mata" 24 Jam Nonstop
Fakta pertama yang bikin merinding bagi pelanggar adalah durasi pengawasannya. Tidak seperti polisi yang punya jam kerja shift, kamera ETLE ini akan memelototi gerak-gerik pengendara selama 24 jam nonstop.
Artinya, mau pagi buta, siang bolong, atau tengah malam sekalipun, setiap pelanggaran—mulai dari tidak pakai helm, main HP, hingga tidak pakai sabuk pengaman akan otomatis tercapture dan diproses menjadi bukti tilang.
2. Punya Fungsi Ganda: Tilang dan Security
Jangan salah sangka, kamera ini bukan cuma mesin pencetak denda tilang. Iptu Ardian Novianto menjelaskan bahwa ETLE memiliki fungsi ganda sebagai sistem pengawasan keamanan dan keselamatan.
Kamera ini mampu memonitor situasi secara real-time. Jadi, jika ada kecelakaan lalu lintas atau gangguan keamanan di sekitar Flyover Cibinong, polisi bisa langsung tahu dan bergerak cepat ke lokasi.
3. Penjaga Gerbang Bogor-Depok
Baca Juga: Mulai Hari Ini Kamera ETLE Flyover Cibinong Resmi Berlaku, Melanggar Langsung Tercapture!
Kenapa Flyover Cibinong yang dipilih? Alasannya sangat strategis. Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menilai lokasi ini adalah jalur protokol utama yang menghubungkan dua wilayah padat: Kabupaten Bogor dan Kota Depok.
Volume kendaraan di sini sangat tinggi, yang berbanding lurus dengan potensi pelanggarannya. Dengan adanya ETLE, diharapkan ketertiban di jalur penghubung vital ini bisa terjaga maksimal.
4. Misi Ubah Mindset "Takut Polisi"
Penerapan ETLE membawa misi revolusi mental. Selama ini, banyak pengendara yang hanya tertib kalau ada polisi berdiri di pinggir jalan.
Dengan adanya ETLE, polisi ingin mengubah mindset tersebut. Kesadaran tertib berlalu lintas diharapkan muncul dari diri sendiri karena merasa diawasi oleh sistem setiap saat, bukan karena takut ditilang petugas secara fisik.
Berita Terkait
-
Mulai Hari Ini Kamera ETLE Flyover Cibinong Resmi Berlaku, Melanggar Langsung Tercapture!
-
Pemkab Bogor Boyong Kantor Dinas ke Mall! Simak 3 Fakta Unik Reformasi Birokrasi Ala Rudy Susmanto
-
Gak Perlu Macet ke Puncak Atas! Ini 4 Spot Wisata Alam & Staycation Hits di Ciawi Bogor
-
Kaleidoskop 2025: 9 Kasus Viral Guncang Bogor, Dari Pengoplos Gas Hingga Tragedi Shalat Subuh
-
Niat Berbakti Berujung Maut, Pemuda Bojonggede Tewas Terpanggang di Atas Pohon
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Hery Gunardi Raih Best CEO, BRI Group Bawa Pulang Enam Penghargaan Internasional
-
Dorong Efisiensi Bisnis, BRI Perbarui Qlola dengan Tampilan yang Lebih Intuitif
-
BRI Siap Jadikan Potensi Emas Indonesia Kekuatan Ekonomi Nasional
-
KPK Buka Suara, Tegaskan Tak Ada Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Bogor
-
Isu OTT Pejabat Pemkab Bogor Merebak, Sekda: Kami Masih Pantau Perkembangan