SuaraBogor.id - Natalius Pigai dilaporkan kasus rasisme selain suku Jawa babu. Natalius Pigai dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh kelompok mengatas namakan perwakilan orang Minang.
Perwakilan mereka, Aznil Tan yang mengaku dari perwakilan orang Minang, menuding Pigai sudah menghina suku lain selain suku Jawa adalah budak.
"Pigai mengatakan bahwa suku lain selain suku Jawa adalah budak," kata Aznil Tan di Bareskrim, Polri, Senin (1/2/2021).
Sebelumnya, Eks Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai menjadi buah bibir lantaran dituding menghina suku Jawa. Namun, dia membantah keras hal itu.
Natalius Pigai mengatakan, dia kala itu menyoroti sistem politik dan dampaknya, serta perubahan UU Pemilu yang Pancasila juga Bhineka.
Bantahan tersebut disampaikan Natalius Pigai lewat jejaring Twitter miliknya, @Nataliuspigai2 pada Kamis (28/1/2021), seiring dengan namanya menjadi Trending Topic di Twitter.
Nataligus Pigai menyertakan tangkapan layar foto tautan video yang menjadi awal mula dirinya disebut telah menghina suku Jawa.
"Saya kritik kegagalan sistem politik dan dampaknya dan perubahan UU Pemilu dan Bhineka/ Yang like video 590 orang dan dislike cuma 28 orang," terang Natalius Pigai seperti dikutip Suara.com.
Natalius Pigai menegaskan sekali lagi bahwa maksud pernyataan terdahulunya bukan menghina, melainkan melempar kritik semata.
Baca Juga: Ditahan Gegara Hina Pigai Gorila, Ambroncius Mohon ke Polisi Minta Dilepas
"Itu kritik bukan hina. Misal by design hanya 1 suku pimpin 74 tahun," ujar Natalius Pigai.
"Saya dengan tanya apa orang luar Jawa itu babu? Mana hinanya," tandasnya.
Sebelumnya, tudingan Natalius Pigai hina suku jawa disampaikan warganet di Twitter hingga trending topic "Pigai Hina Suku Jawa".
Dalam pernyataan itu, Natalius Pigai disebut menyinggung orang-orang di luar suku Jawa adalah babu atau budak.
Pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda pun mengomentari soal pernyataan Pigai itu. Abu Janda bagikan potongan pernyataan Natalius Pigai hina suku Jawa.
"Sekarang presiden satu daerah, satu pulau (Jawa). Wakil presiden satu pulau. Terus sekarang yang berasal dari luar pulau, apa babu gitu? Sampai kapan mau jadi babu," begitu kata Natalius Pigai dalam video berdurasi 33 detik tersebut.
Berita Terkait
-
Polemik Film 'Pesta Babi' Dandhy Laksono, Menteri HAM Dorong Polisi Tempuh Restorative Justice
-
Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya
-
Pigai Bongkar Rahasia Dipilih Prabowo Jadi Menteri: "Saya Batuk Saja Dibuatkan Berita!"
-
AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026
-
Tunggu Tanda Tangan Presiden, Pigai Janji Tuntaskan Hak 7.000 Korban HAM Berat
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Kabar Baik Warga Ciomas dan Sekitarnya, Kemacetan Laladon Mulai Digarap 2027
-
Garap Rentetan Saksi Korupsi HGB Summarecon, KPK Panggil Pejabat BPN Bogor hingga Petinggi Swasta
-
Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah
-
Solusi Macet Ciomas! Jalan Laladon Bakal Dilebarkan 3 Meter
-
Balai Karantina Resmi Hadir di Laladon, Ekspor Ikan Hias Bogor Makin Mudah