Andi Ahmad S
Senin, 02 Februari 2026 | 21:11 WIB
Pengajian Perdana di rumah Duka Al Ridwan anak Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade) di Cileuksa, Sukajaya, Bogor, Senin 2 Februari 2026 [Andi Ahmad S]
Baca 10 detik
  • Pengajian perdana Al Ridwan, putra Wakil Bupati Bogor, diadakan di Kampung Cileuksa pada 2 Februari 2026 malam.
  • Ratusan pelayat dari berbagai daerah Bogor dan Banten datang mendoakan almarhum yang dikenang baik dan humoris.
  • Jaro Ade tampak tegar namun berlinang air mata saat menerima kunjungan pejabat dan karangan bunga duka cita.

SuaraBogor.id - Kampung Cileuksa, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, pada Senin, 2 Februari 2026, malam, menjadi saksi bisu gelombang duka dan solidaritas yang menghangatkan.

Ratusan warga tumpah ruah di segala sudut area kediaman almarhum Al Ridwan, putra dari Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade.

Mereka berkumpul untuk pengajian perdana Al Ridwan, mendoakan kepergian sosok yang dikenal baik dan humoris itu.

Suasana haru menyelimuti setiap jengkal, dari dalam masjid hingga halaman depan dan belakang rumah, seiring lantunan Surat Yasin yang terus bergema.

Duka cita Bogor ini tak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal.

Terpantau, sejumlah warga yang hadir mengiringi pengajian perdana ini datang dari berbagai daerah di Bogor, bahkan hingga ada juga warga dari Banten.

Kehadiran mereka menjadi bukti nyata betapa Al Ridwan, dan tentu saja keluarga besar Jaro Ade, memiliki tempat di hati banyak orang.

Pengajian Perdana di rumah Duka Al Ridwan anak Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade) di Cileuksa, Sukajaya, Bogor, Senin 2 Februari 2026 [Andi Ahmad S]

Di tengah lautan pelayat dan lantunan doa, fokus tak luput dari Jaro Ade. Sebagai seorang ayah yang kehilangan putra laki-laki pertamanya, ia terpantau begitu tegar.

Namun, di balik ketegarannya, terlihat jelas air mata Jaro Ade yang tak terbendung, sesekali diusapnya dengan punggung tangan.

Baca Juga: Tergelincir di Jalan Raya Cigudeg, Putra Wakil Bupati Bogor Tutup Usia di RSUD Leuwiliang

Mengenakan kemeja putih panjang, peci hitam, dan celana hitam panjang, sosok politisi Bogor Barat yang khas itu duduk di tengah jemaah, berusaha tegar menghadapi ujian terberat dalam hidupnya.

Kesedihan juga terpancar jelas dari raut wajah keluarga besar yang hadir.

Mereka semua merasakan kehilangan mendalam karena Al Ridwan meninggal di usia 22 tahun, mendahului banyak anggota keluarga.

Nenek Al Ridwan yang disapa Mak Haji, terlihat masih terpukul dan tidak menyangka bahwa sang cucu kesayangan harus pergi lebih dulu selama-lamanya.

Kepergian yang tak terduga ini, terutama setelah Al Ridwan sempat menengok sang nenek di Cileuksa sesaat sebelum kecelakaan Cigudeg itu, menambah dimensi kesedihan yang mendalam.

Di mata keluarga dan warga Sukajaya, Al Ridwan akan selalu dikenang sebagai pribadi yang baik dan humoris.

Load More