SuaraBogor.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memutuskan manajemen sinetron Ikatan Cinta melanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19.
Pihak manajemen Ikatan Cinta pun dijatuhi sanksi berupa denda Rp 20 juta.
Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin mengatakan, pihaknya telah memberikan sanksi melalui Satpol PP Kabupaten Bogor.
"Kita sudah melakukan penindakan, Satpol PP sudah menindak dengan denda Rp 20 juta," kata Ade Yasin saat ditemui di gedung Setda Kabupaten Bogor, Selasa (2/2/2021) sore.
Menurutnya, Satgas Covid-19 menemukan bukti bahwa syuting sinetron Ikatan Cinta yang dibintangi Arya Saloka dan Amanda Manopo menimbulkan kerumunan.
Penindakan itu, kata Ade Yasin, sesuai dengan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Sesuai dengan aturan, terbukti telah melanggar Prokes dan menyebabkan kerumunan, kita akan pantau terus," tegasnya yang juga menjabat Bupati Bogor.
Diberitakan sebelumnya, lokasi syuting sinetron Ikatan Cinta mendapat teguran dari polisi pada Rabu (27/1/2021) lalu karena menimbulkan kerumunan.
Kapolsek Megamendung, AKP Susilo mengatakan, saat ini Pemkab Bogor menerapkan kembali PPKM.
Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta 1 Februari 2021, Andin Gugat Cerai Aldebaran
Peneguran dilakukan di lokasi syuting sinetron yang dibintangi Arya Saloka dan Amanda Manopo di Kampung Pasir Cidadap, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Adanya kegiatan pembuatan film di sini berdampak adanya kerumunan warga sekitar, yang antusias untuk melihat proses pembuatannya, maka kita bubarkan hari ini," katanya saat dihubungi Suarabogor.id.
"Kami bersama Muspika melakukan pengawasan dan pengetatan di lokasi shooting juga, kita sudah tegur tadi," sambungnya.
Tak hanya itu, pihak Muspika Megamendung juga mengancam kepada produser film, jika ingin melanjutkan acaranya maka harus menerapkan peraturan yang sudah dibuat Pemkab Bogor.
"Kami mengaharuskan pihak produksi film, untuk memasang penghalang di area syuting, menambah petugas keamanan di sekitar lokasi dan melakukan rapid test antigen secara berkala kepada semua kru film maupun para artis," tegasnya.
Kontributor : Andi Ahmad Sulaendi
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Hantu, Ini Hal Tak Terduga yang Paling Ditakuti Pemain Selama Syuting Film Munafik
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Ego Anak, Penyesalan, dan Air Mata di Panti Jompo
-
Amanda Manopo Pakai Stagen Lilit Usai Melahirkan, Amankah untuk Bekas Operasi Caesar?
-
Suami Ikut Nangis di Ruang Operasi, Amanda Manopo Ungkap Detik-Detik Persalinan Anak Pertama
-
Amanda Manopo Melahirkan Anak Pertama di Tanggal Unik
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Ancaman El Nino Super Paruh Kedua 2026, Guru Besar IPB Ingatkan Potensi Anjloknya Produksi Pangan
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja
-
Dari Nasi Goreng Kecombrang Hingga Americano Peach, Kuliner Berkelas Hadir di Beanfinity