SuaraBogor.id - Mobil mantan Staf Ahok Ima Mahdiah pecah ban di Tol Cikopo-Palimanan. Mobil Ima Mahdiah pecah ban saat berkendara di Tol Cikopo-Palimanan.
Ima Mahdiah yang merupakan Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-20214 itu mengalami pecah ban di KM 113 Tol Cipali tengah malam. Seperti yang diunggah diakun twitternya beberapa jam yang lalu.
Apesnya, Ima Mahdiah yang mengalami pecah ban tengah malam itu terlambat mendapat bantuan dari pengelola tol yang membuat dirinya kesal.
Ima Mahdiah kesal, lantaran harus menunggu berjam-jam dan tak kunjung datang.
"Pelayanan @PTJASAMARGA untuk wilayah Cipali KM 113 parah sekali. Tengah malam pecah ban dibilang nunggu 30 menit taunya sudah sejam ngga datang2," tulis Ima kesal melalui akun twitternya @imdya.
Gara-gara pecah ban dan terlambat dibantu, Ima kemudian minta Kementrian PU untuk mengevaluasi Tol Cipali yang dianggap banyak lubang sehingga banyak mobil yang alami pecah ban, termasuk dirinya.
Ima Mahdiah bahkan menautkan akun twitternya Presiden Joko Widodo @jokowi dalam cuittannya tersebut.
"Tolong @KemenPU evaluasi tol cipali yang banyak lubang, banyak mobil pecah ban. Juga evaluasi @ASTRATolCipali yang tidak cepat tanggap laporan, saya pikir @PTJASAMARGA yang berwenang. Blg nunggu 30 menit sampai 1,5 jam gak datang-datang. Operator banyak alasan. @jokowi," cuittnya.
Beberapa jam usai pecah ban, Ima Mahdiah tak kunjung mendapat bantuan dari pihak yang berwenang di Tol Cipali tersebut.
Baca Juga: Wali Kota Balikpapan Minta Ahok Tambah Fasilitas Pasien Covid-19
Ima Mahdiah kemudian dibantu oleh pengendara lain yang berhenti saat sedang melintas.
"Alhamdulillah ban mobil saya sudah beres, ada warga salatiga lewat mau antar ibunya ke Bekasi menawarkan bantuan. Ban serep akhirnya terpasang. Semoga berkah buat yang menolong," tulis Anggota DPRD dari Fraksi dari PDI Perjuangan itu.
PT Jasa Marga pun turut mengomentari cuittan kader PDI-Perjuangan itu, untuk meminta maaf atas nasib apes yang dialami mantan Staf Ahok pecah ban tengah malam di Tol Cipali.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, akan kami sampaikan ke ruas tol yang terkait," tulisnya seperti dikutip Suara.com, Senin (8/2/2021).
Untuk diketahui, Tol Cipali bukan dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, melainkan oleh Astra Cipali.
Catatan Redaksi : Suara.com meminta maaf atas kekeliruan judul sebelumnya dan telah kami perbaiki.
Berita Terkait
-
Marak Penyusup di Event Lari! 300 Personel Dikerahkan Amankan Rute Lari Pancasakti Run 2026
-
Buka Peluang ke World Marathon Majors, Pancasakti Run 2026 akan Dihadiri Ahok hingga Sandiaga Uno
-
Data Bansos Amburadul, DPRD DKI Khawatir Bantuan Meleset dari Warga Miskin
-
Ayah Bunga Zainal Meninggal, Ahok Kirim Karangan Bunga Duka Cita
-
Membaca Ulang Keberagaman di Indonesia dalam Buku Ahok Koboi Jakarta Baru
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari
-
Kemarau Panjang Terjang Bogor, 52 Ribu Warga di 16 Ribu KK Alami Krisis Air Bersih
-
Satu Pakaian, Sejuta Harapan: CSR ibis Styles Bogor Pajajaran Bersama Yayasan Gemilang Indonesia
-
Atap Stadion Pakansari Usai Diperbaiki, Kabupaten Bogor Siap Sambut Piala AFF 2026
-
DPRD Kota Bogor Ajak PIM Bogor Raya Sinergi Atasi Stunting dan UMKM