SuaraBogor.id - Miris, mungkin kata itu tepat ditunjukkan kepada pelajar SMA yang sudah menjadi pekerja seks komersial (PSK).
Dikutip dari Suarajabar.id -Grup Suara.com, Jumat (5/3/2021). Pelajar yang sudah menjadi PSK itu ditemukan di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Menanggapi hal ini, Pengamat sosial Kota Tasikmalaya, Asep M Tamam mengatakan, Kota Tasikmalaya memiliki banyak permasalahan dan menunggu pemimpin yang bisa memberikan solusi.
Soal PSK di Jalan Mayor Utarya yang jaraknya tidak begitu jauh dari Masjid Agung Kota Tasikmalaya merupakan permasalahan yang harus diselesaikan.
"Sebenarnya di Kota Tasikmalaya ini memang banyak permasalahan yang menunggu pemimpin yang menjadi solusi," ujar Asep.
Ia menuturkan, dirinya pernah diajak oleh seorang wartawan ke sekitar Jalan Mayor Utarya pada malam hari sekira pukul 22.00 WIB.
Dirinya mengaku merasa penasaran untuk melihat langsung bagaimana kehidupan malam di jalan tersebut. Bukan hanya mendengar cerita, di sana terbukti banyak perempuan yang menjajakan kenikmatan sesaat.
"Saya pengin tahu langsung bukan sekadar cerita orang. Ternyata saat melintasi ke sana memang benar. Pas motor berhenti langsung didatangi oleh mereka (PSK) tapi tidak banyak karena memang ada beberapa tempat. Saya lihat dari dekat ternyata benar adanya. Kelihatan banyak perempuan sekira usia 20 sampai 21 tahunan bahkan usia anak SMA yang tentunya usia-usia muda berada di sana," ucapnya.
Menurutnya, Kota Tasikmalaya menunggu pemimpin yang bisa menyelesaikan hal-hal seperti ini. Dia menduga, permasalahan ini tak tertangani lantaran terlalu lama dibiarkan tidak diberi solusi. Akhirnya pemandangan itu selolah menjadi lumrah di lingkungan masyarakat.
Baca Juga: Marak Prostitusi Online di Solo, Ini Sejarah PSK di Kota Bengawan
"Terutama ini kan menjadi viral ketika PSK ini mau menjajakan diri dalam keadaan hamil," ungkapnya.
Asep menambahkan, jika dirunut permasalahan sosial ini berawal dari masalah ekonomi. karenanya dia menilai, beberapa masyarakat di Kota Tasikmalaya akan melakukan apapun demi memenuhi kebutuhan ekonomi.
Berita Terkait
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Inovasi Penanganan Bencana di Indonesia, Tiga Pelajar SMA Memperkenalkan Drone Rajawali
-
Drama Tangis di Gang Royal! 3 PSK Kena Razia, Ngaku Jualan Kopi Padahal Kepergok di Kamar
-
Pelajar SMA Indonesia Raih Empat Besar Dunia di Ajang Robotik Internasional Jepang
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
BRILink Rieche Endah Mampu Ciptakan Peluang Usaha bagi Warga Dusun di Sumbawa
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur
-
Mobil Hangus Terbakar di Perumahan Kota Bunga Cipanas, Api Diduga dari Gardu Listrik
-
Tragedi Mandi Bersama Keluarga, Muhamad Arya Saputra Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Cileungsi