SuaraBogor.id - Netizen usul jasad teroris dilumuri minyak babi agar pelaku teror kapok dan tak melakukan aksi bom bunuh diri. Mereka kesal lantaran aksi teror di Indonesia belum habis dan terus berulang.
Terakhir aksi om bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Markas Besar Kepolsian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta Selatan.
Bahkan pegiat media sosial Denny Siregar minta sebar foto teroris saat meninggal dengan meme-meme. Biar pelaku teror kapok.
“Jangan sungkan-sungkan menyebarkan foto teroris saat mati dengan meme-meme yang gak ada akhlak. Itu perlawanan kita kepada mereka, menunjukkan kita tidak takut pada teror mereka,” kicau Denny Siregar.
Lalu publik berbondong-bondong mengusulkan ide terkait bagaimana kalau teroris ditakuti balik saja agar bisa jera.
Akun @Bi*ia misalnya, dia mengatakan bagimana kalau seluruh gereja dihimbau memasang spanduk akan membabtis teroris yang meninggal di gereja.
“Gimana kalau kita tebar ketakutan juga buat teroris bang… Kita himbau semua gereja pasang spanduk ‘semua teroris yang mati di gereja akan dibabtis jadi Kristen‘,” ujarnya.
Cuitan warganet itu telah ratusan kali diretweets dan mendapatkan hampir 1.000 suka. Terpantau banyak pula yang menimpali ide itu.
“Kurang serem bang… Tambahin, semua teroris yang mati di gereja akan dilumuri minyak babi sebagai syarat utama menjadi Kristen,” kata Tonu.
“Lebih baik bikin fatwa saja, siapapun yang mati di lingkungan gereja, dia adalah anak Kristus, dan mayatnya langsung kita makamkan di depan gereja, anggap sebagai domba hilang yang telah kembali,” usul Na*ta.
Baca Juga: GMKI Diskusi Bareng Eks ISIS, Terungkap Tak Hanya Gereja Diteror, Tapi..
“Setuju, bagi teroris yang ledakin bom mati dikubur di pemakaman unit Kristen. Papan namanya gunakan salib. Sah sebagai domba yang hilang telah kembali,” balas Li*9.
Berbagai usulan tersebut tampaknya membuat sejumlah warganet lainnya mengaku ngakak.
“Wadow, benar banget ini pasti menakutkan bagi mereka yang tujuannya masuk surga malah dibabtis jadi kristen. Ngakak gak habis-habis,” ujar Reia.
“Ini langsung menohok jiwa para calon bomber. Harus diruntuhkan keyakinan bahwa ngebom akan mendapatkan surga dengan cara seperti ini. Selama ini deradikalisasi kurang mengena karena masih ada simpatisan yang melindungi para bomber,” tukas Ja*20.
“Sepertinya ini akan lebih efektif. Daripada sekadar hestek normatif kita tidak takut. Btw siapa sih yang gak takut dibom,” sahut En*5.
Berita Terkait
-
Bom Bunuh Diri Meledak Tewaskan 14 Orang di Lembah Swat
-
Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang
-
Isu Minyak Babi di Ompreng MBG, Ini Kata Tegas Badan Gizi Nasional
-
Soal Dugaan Ompreng MBG Mengandung Minyak Babi, Komisi IX DPR Tagih Investigasi BGN
-
Geger Nampan MBG Diduga Mengandung Babi, Hasan Nasbi: Bisa Diuji, Jangan Gampang Termakan Isu
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Intip Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
-
Angkot Sepi Penumpang, Dua Pria di Bogor Sulap Kendaraan Tua Jadi Lapak Kelapa Muda
-
Niat Cek Gratis Malah Tekor, Emas 24 Karat Konsumen Ini Mendadak Dinilai 20 Karat dan Viral
-
KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara
-
Polisi Kedapatan Pakai Vape di Bogor Bisa Dilaporkan, Ini Cara Aduannya