SuaraBogor.id - Penyekatan yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kabupaten Bogor di wilayah Puncak Bogor setiap Sabtu dan Minggu, menyebabkan berkurangnya wisatawan.
Salah satunya yang terkena imbas penyekatan wisatawan di Puncak Bogor yakni, lokasi wisata perkemahan Camp Batu Gede, yang berlokasi di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Akibat, sebagian besar pegawainya pun terpaksa dirumahkan pada pertengahan April 2020 lalu.
“Iya tepat satu tahun ini Covid-19 sangat terasa dampaknya,” kata Pengelola Camp Batu Gede, Hendrik kepada Suarabogor.id -jaringan Suara.Com, Senin (12/4/2021).
Menurut Hendrik, secara keseluruhan ada 75 pegawai di Camp Batu Gede dan sebanyak 37 orang yang dirumahkan saat itu.
Lokasi perkemahan ini pun sempat tutup. Tak terhitung lagi berapa banyak kerugian yang dirasakan sehingga tak dapat memberikan upah kepada sebagian pegawainya.
Hendrik menyebut, kelonggaran yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor saat ini pun tidak dapat membuat jumlah wisatawan meningkat.
Apalagi, katanya, jika ada penyekatan di Simpang Gadog yang kerap digelar di akhir pekan maupun hari-hari libur sangat berdampak besar.
“Aduh penyekatan ini dampaknya bener-bener sepi kawasan wisata. Padahal ketentuan Prokes sudah kami lakukan tetapi tetap saja tidak ada kebijakan yang betul-betul membuat peningkatan ekonomi masyarakat khususnya pengusaha lokasi wisata,” ungkapnya.
Dia mengaku, sebagian karyawan yang sempat dirumahkan kembali dipekerjakan. Namun kali ini berbeda. Mereka bukan lagi mengelola Camp Batu Gede melainkan bercocok tanam.
Baca Juga: Camat Cisarua Tak Mau Main-main soal Usulan Pemekaran Bogor Selatan
Ia menguraikan, sejumlah pegawai ada yang menanam jeruk limo, lemon, hingga beternak hewan yang kemudian hasilnya dapat dijual dan membantu sektor perekonomian pegawai semasa terdampak Covid-19.
“Kami berharap pemerintah bisa memberikan kebijakan yang lebih bijak lagi,” singkatnya.
Sebelumnya, Suasana Taman Wisata Matahari (TWM), Cisarua, Kabupaten Bogor, nampak berbeda. Sejak pagi hilir mudik wisatawan terbilang cukup sepi, tidak ada kepadatan pengunjung di sana.
Pantauan Suara.com di lokasi, kelenggangan keluar masuknya wisatawan di sana semakin hilang.
Sekitar pukul 15.00 WIB, hanya ada satu kendaraan berbentuk gajah yang mengantarkan wisatawan menuju pintu loket seusai menikmati beberapa wahana di dalam sana.
Menurut General Manager TWM Herwan Setiawan, kelenggangan wisatawan di TWM saat ini lantaran berkurangnya jumlah pengunjung yang datang.
Berita Terkait
-
Momentum Tanggal Kembar Jadi Waktu Favorit Wisatawan Indonesia
-
Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir
-
Kawasan Ini Catat Pertumbuhan Wisatawan Tercepat di RI
-
Diduga Sering Palak Pengamen dan Ojol, Preman Babak Belur Dikeroyok Warga di Stasiun Bogor
-
Jalan Panjang Satelit Palapa: Cerita Insinyur Asing di Indonesia 1976
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Tragedi Curug Cisadane Bogor: Asyik Berfoto, Tiga Wisatawan Terseret Arus
-
Kepung Kantor Bupati Bogor Besok, 3.000 Warga Parungpanjang Gelar Istigosah Tuntut Kejelasan Tambang
-
Kisah Perjuangan Eman: Tempuh Jalan Kaki Demi Operasi Katarak Gratis, Kini Raih Cahaya Hidup
-
Cianjur Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana, Banjir dan Ancaman Kekeringan Jadi Fokus Utama
-
Garudayaksa FC Promosi ke Liga 1