SuaraBogor.id - Total ada 2.449 warga menjadi korban banjir lintasan di Kabupaten Bogor, akibat meluapnya Sungai Anak Ciapus.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (19/5/2021) malam, itu menyebabkan lima desa di dua kecamatan di Kabupaten Bogor dilanda banjir.
Sekretris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Budi Pranowo mengatakan, banjir tersebut disebabkan karena meluapnya aliran Sungai Anak Ciapus yang melintasi Kecamatan Dramaga dan Kecamatan Ciomas.
"Banjir disebabkan karena aliran anak sungai Ciapus, akibat hujan deras yang mengguyur pada malam tadi. Banjirnya cukup tinggi, sekitar 1,3 meter," katanya, dilansir dari Ayobandung.com -jaringan Suara.com, Jumat (21/5/2021).
Lima desa yang tersapu banjir yakni tersebut yakni, Desa Sukawening, Dramaga, Sirnasari dan Desa Ciherang di kecamatan Dramaga. Sementara satu desa lainnya yakni Desa Ciapus di Kecamatan Ciomas.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun dari kejadian tersebut, setidaknya ada 595 jiwa terdampak.
"Dramaga itu total terdampak 151 KK dari 551 jiwa. Ditambah di Ciapus ada 12 KK dari 43 jiwa. Jadi ada 163 KK atau 595 jiwa terdampak," tuturnya.
Sekedar diketahui, selain di Kecamatan Ciomas dan Dramaga, banjir juga melanda tiga desa di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor pada Senin 17 Mei 2021 malam.
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, tiga desa yang terdampak bencana tersebut yakni Desa Rengasjajar, Batujajar dan Desa Tegallega di Kecamatan Cigudeg.
Baca Juga: Lokasi SIM Keliling Kota Depok Jumat 21 Mei 2021
"Dari tiga desa di Kecamatan Cigudeg itu, total warga yang terdampak ada 473 KK dengan 1898 jiwa yang menjadi korban banjir lintasan Sungai Cidangdeur," katanya.
Ade Yasin merinci, Di Desa Rengasjajar setidaknya ada 257 KK dengan 982 jiwa terdampak. Di sana setidaknya ada 6 rumah rusak sedang dan 2 rumah rusak berat.
"Kalau di Desa Batujajar ada 100 KK terdampak dengan 499 jiwa, 88 rumah terdampak, 11 rusak ringan dan 2 rusak sedang. Sementara di Desa Tegallega, ada 116 KK dengan 417 jiwa. Serta 111 rumah rusak ringan, 1 rusak sedang dan 4 rusak berat," tutupnya.
Berita Terkait
-
Mengenal Gajah Juanda, Saat Trotoar Bogor Menjadi Arena 'Skakmat' di Tengah Deru Kota
-
Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu
-
Tepis Isu Menyerah, Kaposwil Safrizal Jelaskan Lagi Progres Pembersihan Pasca-Banjir Aceh
-
5 Motor Listrik Anti Konslet, Tak Gundah di Musim Hujan, Kebal Banjir
-
Bisakah Taman Kota Kurangi Banjir? Memahami Solusi Berbasis Alam di Jabodetabek
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
Makin Praktis, Tebus Pegadaian Kini Bisa Lewat Aplikasi BRImo
-
Teka-teki Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor Terbongkar, 4 Oknum PNS Diserahkan ke APH
-
Viral Skandal Pelecehan Verbal di FH UI: 16 Mahasiswa Terancam Drop Out?
-
Oknum Polisi Berpangkat Bharaka Terlibat Lab Narkoba Jumbo