- Harga beras Indonesia lebih tinggi dari tetangga sejak 1980-an; masalah kronis ini akibat tata kelola dan regulasi.
- Beras segar penting untuk kualitas SDM dan atasi stunting, perlu sinergi lintas lembaga negara mengatasi krisis.
- Beras tua sebaiknya disalurkan ke industri tepung beras untuk menekan biaya simpan yang membengkak signifikan.
SuaraBogor.id - Pakar Agronomi dan Hortikultura IPB sekaligus Direktur Seameo Biotrop, Edi Santosa menyoroti harga beras di Indonesia yang cenderung lebih tinggi dibandingkan negara tetangga.
Edi sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa persoalan mahanya harga komoditas pokok ini sudah terjadi selama lebih dari 40 tahun.
Berdasarkan data sejarah yang ia kaji, ketimpangan harga antara Jakarta dan Bangkok sudah terlihat sejak tahun 1980-an.
Menurutnya, hal ini mengindikasikan adanya masalah fundamental dalam tata kelola pangan nasional yang belum terselesaikan hingga kini.
Edi menegaskan bahwa fluktuasi harga yang terus bertahan puluhan tahun tidak bisa lagi hanya dibebankan kepada pelaku pasar atau pedagang. Akar masalahnya terletak pada regulasi yang perlu ditata ulang secara menyeluruh.
"Selama 40 tahun masalah harga mahal ini terus ada. Jadi, kita tidak bisa hanya menyalahkan pelaku pasar. Jika masalahnya bertahan puluhan tahun, berarti ini adalah masalah regulasi yang harus ditata ulang," ujar Edi, kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).
Berikut adalah 5 poin penting analisis Edi Santosa dan solusi krisis pangan yang diusulkannya:
1. Harga Beras Mahal Sudah Jadi 'Penyakit Kronis' 40 Tahun: Murni Masalah Regulasi
Pakar IPB Edi Santosa menyoroti bahwa harga beras mahal di Indonesia, yang bahkan lebih tinggi dari negara tetangga seperti Thailand, bukanlah masalah baru.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pemkab Bogor Gelar Pangan Murah di Cibinong, Harga di Bawah Pasar
Ketimpangan harga antara Jakarta dan Bangkok sudah terlihat sejak 1980-an. Ini mengindikasikan masalah fundamental dalam tata kelola pangan nasional yang telah berlarut-larut. Edi menegaskan, akar masalahnya bukan pada pelaku pasar, melainkan pada regulasi yang perlu ditata ulang secara menyeluruh.
2. Beras Segar Kunci Atasi Stunting & Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Di sisi lain, Edi Santosa menyoroti pentingnya akses masyarakat terhadap beras segar (fresh rice). Menurutnya, beras segar mengandung zat gizi dan hormon tertentu yang berpengaruh pada kualitas hidup dan kebahagiaan masyarakat.
"Kalau masyarakat kita makan beras segar, Indonesia pasti akan menjadi negara yang jauh lebih bahagia. Ada hormon bahagia dari beras segar. Selain itu, ini sangat urgen terkait kandungan gizinya. Jika masyarakat mengonsumsi beras fresh, masalah stunting bisa teratasi dan kualitas SDM kita akan meningkat menuju Indonesia 2045," jelasnya.
3. Beras Tua Jangan Dibuang. Salurkan ke Industri Tepung Beras untuk Tekan Biaya Simpan
Edi mengungkapkan, salah satu kendala harga beras tetap tinggi adalah biaya penyimpanan yang membengkak. Beras yang terlalu lama disimpan di gudang harganya bisa melonjak hingga Rp10.000 lebih dari harga awal akibat akumulasi biaya operasional.
Berita Terkait
-
Kabar Gembira! Pemkab Bogor Gelar Pangan Murah di Cibinong, Harga di Bawah Pasar
-
Serbu! 4 Spot Berburu Takjil Paling Hits di Dramaga Bogor untuk Mahasiswa IPB
-
Benarkah Isi Bensin Siang Hari Lebih Rugi? Dosen IPB Bongkar Faktanya Secara Ilmiah
-
Wujud Kepedulian, IPB University Kucurkan Donasi Tahap 2 Senilai Rp80 Juta untuk Sumatera
-
Dr. Alim Ditantang Prof. Arif Satria Wujudkan Mimpi Global South Leadership yang Tertunda
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan