Andi Ahmad S
Rabu, 07 Januari 2026 | 23:12 WIB
Ilustrasi Isi BBM (freepik)
Baca 10 detik
  • Efek Pemuaian Tidak Signifikan Secara ilmiah, suhu siang hari memang memicu pemuaian volume BBM, namun perbedaannya sangat kecil dan tidak memberikan pengaruh besar terhadap penggunaan energi kendaraan dalam aktivitas sehari-hari.

  • Kandungan Energi Tetap Sama Meskipun volume BBM bertambah saat suhu meningkat, massa dan total kandungan energinya tetap sama, sehingga tidak ada perbedaan performa yang nyata antara pengisian siang maupun malam hari.

  • Fokus pada Kebutuhan dan Efisiensi Masyarakat tidak perlu sengaja mengisi BBM malam hari karena selisihnya sangat minim. Lebih baik fokus pada kenyamanan, kondisi kendaraan, dan gaya mengemudi untuk penghematan bahan bakar yang nyata.

SuaraBogor.id - Pernah dengar saran dari orang tua atau teman tongkrongan, "Eh, kalau isi bensin mending malem aja, biar dapetnya lebih banyak, kalau siang kan nguap?"

Anggapan ini sudah lama beredar dan dipercaya banyak orang. Namun, seberapa valid klaim tersebut secara ilmiah? Apakah kita benar-benar rugi jika mengisi BBM di tengah terik matahari?

Menjawab keresahan tersebut, Dosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University, Dr. Leopold Oscar Nelwan, memberikan penjelasan berbasis sains.

Menurutnya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah secara teori, namun efeknya sangat tidak signifikan dalam praktik sehari-hari.

Dr. Leopold menjelaskan bahwa dalam hukum fisika, fluida seperti bensin dan solar memang akan mengalami pemuaian volume saat suhu meningkat.

“Secara fisika, ini adalah sifat alami fluida. Ketika suhu naik, volumenya bertambah, tetapi jumlah energinya tidak berubah,” terangnya.

Sistem penjualan BBM di SPBU memang berbasis volume (liter), bukan berat (massa). Jadi secara teori, 1 liter bensin di suhu panas memang memiliki massa (kandungan zat) yang sedikit lebih ringan dibandingkan 1 liter bensin di suhu dingin.

Namun, jangan buru-buru panik. Dr. Leopold mengajak kita berhitung dengan logika. Tangki penyimpanan BBM di SPBU biasanya ditanam di bawah tanah yang suhunya relatif stabil berkat insulasi tanah. Perbedaan suhu antara siang dan malam di dalam tangki tersebut tidaklah ekstrem.

Sebagai simulasi, jika kamu mengisi 40 liter bensin (setara full tank mobil kecil) pada siang hari dengan asumsi suhu BBM 2–3°C lebih tinggi dibanding malam, selisih volumenya sangatlah kecil.

Baca Juga: Rencana GOR Dibatalkan, Lahan di Samping STIN Dialihkan untuk Hunian Pasukan Pengamanan Presiden

"Dengan koefisien muai bensin sekitar 0,001 per derajat Celsius, perbedaan volume yang berkaitan dengan suhu diperkirakan hanya kurang dari 0,1 liter per 40 liter. Untuk solar, selisihnya bahkan lebih kecil lagi,” jelasnya.

Bayangkan, selisih 0,1 liter itu setara dengan kurang dari setengah gelas air mineral gelas. Nilai ini sangat kecil jika dibandingkan dengan faktor lain yang memengaruhi boros tidaknya bensin, seperti gaya mengemudi yang agresif atau tekanan ban yang kempes.

Alih-alih repot menunggu tengah malam untuk ke SPBU, Dr. Leopold menyarankan masyarakat untuk lebih rasional. Mengejar selisih yang tak seberapa itu justru bisa jadi kontraproduktif.

“Kalau sengaja keluar malam hari hanya untuk mengisi bensin dengan jarak beberapa kilometer, bisa jadi justru BBM yang terpakai lebih banyak,” ungkapnya logis.

Load More