SuaraBogor.id - Belum lama terendam sejumlah warga di bantaran Sungai Cidangder, Desa Tegalega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, kembali diterjang banjir. Kamis (20/5/2021).
Masyarakat ditepi bantaran Kali Cidangder Kembali mengungsi, setelah air bah menerjang kedua kalinya ke rumah-rumah warga di Kampung Rahong Pasir Ipis 03/10, Desa Tegalega, Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor.
Informasi didapat, akibat intensitas curah hujang tinggi diwilayah Kabupaten Bogor, mengakibatkan air dar Kali Cidangder kemabil menguap, pada Kamis (20/05) sore, sekitar pukul 17:00 WIB.
Staf Desa Tegallega mengaku, air dari Kali Cidangder kembali menguap hingga masuk kembali ke rumah-rumah warga di Kampung Rahong Pasir Ipis, Desa Tegallega.
Baca Juga: Lagi, Jalur Sentul Bogor Makan Korban Jiwa
“Hujan kembali terjadi lagi, kejadiannya sekitar pukul 17:00 WIB. Banyak warga yang mengungsi saat air itu datang kembali," kata Miptahudin, saat dihubungi, Jumat (21/5/2021).
Ia menuturkan, air tersebut masuk ke permukiman warga, salah satunya rumah warga bernama Ocang dan Ketua RT Mahrup. Namun adanya kejadian ini, tidak ada korban jiwa.
“Hari ini alhamdulillah tidak ada korban jiwa, selain itu Kepala Desa turun langsung memantau air dari Kali Cidangder," beber Miptahudin.
Sementara itu, Kepala Desa Tegalega, Arsudin Dedi Apriandi, menambahkan, air dari Kali Cidangder menguap kembali. Namun untuk memastikan adanya korban lagi, pihaknya langsung terjun ke lokasi banjir.
“Iyah saya tadi ke lokasi untuk memantau, air tersebut masuk kembali ke rumah warga," tukas Arsudin
Baca Juga: Habib Rizieq Ngaku Diintai Drone: Tiga Anggota BIN Lakukan Penyusupan
Sebelumnya, wilayah tersebut satu dari tiga wilayah yang dilanda banjir awal pekan ini.
Bedasarkan informasi yang dihimpun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, bencana banjir bandang melanda tiga desa di wilayah Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Senin (17/5/2021).
Tiga desa terdampak banjir diantaranya, Desa Rengasjajar, Tegalega, dan Batujajar. Total sebanyak 473 Kepala Keluarga (KK), 1898 jiwa di tiga tersebut terdampak banjir bandang.
Secara rinci di Desa Rengasjajar 257 KK, enam rumah rusak sedang dan dua rumah rusak berat. Lebih lanjut, 116 KK di Desa Tegalega, 111 rumah rusak sedang, dan empat rumah lainnya rusak berat.
Terakhir di Desa Batujajar sebanyak 100 KK turut terdampak banjir bandang. Rinciannya, 10 rumah rusak ringan dan dua rumah rusak sedang.
Kontributor : Regi Pranata Bangun
Berita Terkait
-
Wajah Baru Museum Zoologi Bogor Setelah 130 Tahun: Lebih Modern dan Instagramable
-
Libur Lebaran, Kawasan Wisata Puncak Macet Total
-
Puncak Macet Parah Lebaran Ini? 3 Titik Ini Jadi Biang Keroknya
-
Tornado Dahsyat Landa AS: 7 Tewas, 55 Juta Terancam! Banjir Bandang Mengintai
-
Kebun Raya Bogor Jadi Magnet Libur Lebaran: Pengunjung Membludak, Fasilitas Ditingkatkan!
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Atalia Praratya Ungkap Isi Hati Soal Isu Perselingkuhan Ridwan Kamil
-
Neraka Macet di Puncak Bogor, Jalur Alternatif Cibalok Bikin Wisatawan Sengsara
-
Kecelakaan Maut di Bandung, Suami, Istri dan Keponakan Asal Depok Tewas di Jalur Kamojang
-
Antisipasi Letusan Freatik, Pendakian Gunung Gede Diperpanjang Penutupannya
-
Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota, Potret Kesemrawutan yang Tak Kunjung Usai