SuaraBogor.id - Seorang ABG asal Bandung, Jawa Barat menjadi dugaan korban pencabulan temannya di Kota Tasikmalaya.
Informasi ABG asal Bandung dicabuli temannya itu terkuak saat korban ditemani kerabatnya melaporkan dugaan tindak asusila tersebut ke Polres Tasikmalaya Kota.
Dilansir dari Ayobandung.com -jaringan Suara.com, dalam laporan polisinya, tindakan dugaan pencabulan yang menimpa korban terjadi pada Senin, 24 Mei 2021 sekira pukul 01.00 WIB disebuah perumahan di wilayah Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.
Awal dugaan pencabulan tersebut kita korban yang masih di pelajar sedang berkunjung ke rumah terduga pelaku yang juga seorang pelajar berusia 16 tahun di Kota Tasikmalaya.
Korban yang masih pelajar tersebut datang sekira pukul 20.00 WIB ke rumah terduga pelaku dan di rumah tersebut terduga pelaku sedang bersama seorang temannya. Ketika akan pulang, terduga pelaku merebut handphone korban agar tidak bisa pulang.
Sekitar pukul 22.00 WIB teman terduga pelaku pulang. Karena sudah telanjur malam, korban disuruh untuk tidur kamar. Setelah korban berada di kamar, terduga pelaku kemudian mendekati korban dan mengajak korban melakukan hubungan badan.
Bagaimanapun korban menolak tindakan bejat itu dan lebih memilih untuk istirahat.
Kemudian sekitar pukul 23.00 WIB, terduga pelaku memesan makanan melalui ojek online. Lalu sekitar pukul 01.00 WIB, terduga pelaku kemudian menawarkan dan mengajak korban untuk minum minuman beralkohol. Korban pada saat itu meminum 3 gelas lalu pusing dan mengantuk.
Pada saat kedaan mabuk itulah pelaku melakukan pencabulan terhadap korban.
Baca Juga: Dampak Pembatalan Keberangkatan, 700 Calon Jemaah Haji Kota Tasik Gagal ke Tanah Suci
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Septiawan Adi Prihartono membenarkan telah menerima laporan polisi dugaan pencabulan tersebut.
“Iya benar ada laporan dugaan pencabulan. Saat ini masih kami selidiki,” ujar Septiawan, Jumat, 4 Juni 2021.
Menurutnya, saat ini pihaknya tengah mendalami kasus tersebut dan memintai keterangan korban dan saksi-saksi guna kepentingan penyelidikan.
“Sudah kami tangani dan tindak lanjuti laporannya,” kata dia.
Berita Terkait
-
Lumiland Sulap Taman Dadaha Jadi Wisata Cahaya
-
50 Ribu Warga Tasikmalaya Terdampak Kekeringan
-
Diduga Jadi Pengepul dan Setor Rp1,12 M, Guru SMA di Tasikmalaya Terseret Kasus Korupsi Unsoed
-
Sepekan Hilang, Polisi Temukan Titik Terang Keberadaan Cinta
-
Lawan Kekeringan, Petani Tasikmalaya Swadaya Bikin Kincir Air
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
BRI Perluas Akses Keuangan Koperasi Desa Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat
-
Gempa M 4,1 Guncang Bogor Sore Ini, Warga Rasakan Getaran
-
Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan
-
Rektor IPB Alim Setiawan Santer Dikabarkan Jadi Wamentan?
-
Polisi Gerebek Lapak di Laladon Bogor, Sita 580 Butir Obat Keras