SuaraBogor.id - Salah satu tokoh Nahdlatul Ulama yakni Gus Sahal memberikan kritikan kepada Ustaz Mualaf Felix Siauw. Dia mengatakan bahwa Felix Siauw belum mendalami Islam.
Sebelumnya, Felix Siauw menyebutkan bahwa nasionalisme tidak pernah dijelaskan dalam kitab suci Al-Quran. Tentunya hal itu mendapatkan komentar dari berbagai pihak termasuk Gus Sahal.
Disana Gus Sahal menyindir Felix Siauw yang saat ini sering berdakwah di Indonesia namun sering merongrong kebangsaan indonesia.
“Ini kenapa ya, ada sejumlah ustaz di Indonesia yang mendapat rezeki dari berdakwah di Indonesia, tapi pandangannya merongrong kebangsaan Indonesia,” ujar Gus Sahal, dikutip dari terkini.id -Jaringan Suara.com, Selasa (8/6/2021).
Gus Sahal kemudian juga turut memberikan komentar terhadap beberapa penceramah yang menyebut menyanyikan lagu kebangsaan dan hormat bendera merah putih merupakan sebuah tindakan syirik.
Ia mengatakan bahwa sudah sepatutnya kita menyanyikan lagu Indonesia dan menghormati bendera merah putih sebagai bentuk tanda syukur bebas dari penjajahan.
“Harusnya kita bersyukur punya negara, punya Tanah Air, bandingkan tak punya negara?” terangnya.
“Itu ekspresi syukur. Felix Siauw bilang nasionalisme gak ada dalil. Ngawur, menunjukkan dia gak mendalami Islam,” lanjutnya.
Ia kemudian menyoroti dimana Felix Siauw yang membela Palestina mati-matian.
Baca Juga: Ustadz Felix Siauw Digoyang Isu Anti Pancasila dan Pro Khilafah, Diusir dari Indonesia
Menurutnya, pembelaan Felix Siauw terhadap Palestina didasari oleh rasa nasionalisme.
“Felix Siauw beberapa waktu lagu getol bela Palestina, itu dasarnya nasionalisme kebangsaan. Felix Siauw ini membela Palestina padahal Palestina dasarnya kebangsaan,” komentarnya.
“Ini sesuatu yang absurd. Lagipula soal nasionalisme gak ada dalil, itu menunjukkan (Ustaz Felix Siauw) betul-betul gak paham Islam. Ada kok hadist cinta tanah air itu bagian dari sunnah nabi,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
78 Tahun Berkarya, OT Group Gelar Upacara Kemerdekaan Demi Wujudkan Semangat Kebangsaan
-
Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan
-
Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia
-
Sambut HUT RI ke-81, Merah Putih 500 Meter Membentang di Bekasi
-
Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas
-
Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei
-
Kecelakaan Tunggal Cileungsi-Jonggol, Penumpang Bak Pikap Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik
-
Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor
-
Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor