Telogen effluvium adalah stres atau penyakit yang berhubungan dengan kerontokan rambut. Friedmann mengatakan bahwa peningkatan proporsi rambut bergeser dari fase tumbuh ke fase rontok. Ini terjadi karena gangguan siklus rambut normal yang mungkin disebabkan oleh trauma berat seperti kehilangan keluarga atau mungkin pengobatan baru.
Saat stres, kadar kortisol dan adrenalin meningkat lebih sering dan lebih lama. Rambut tumbuh dan kemudian mencapai fase istirahat di mana pada akhirnya akan rontok, dan itu normal.
Tetapi dalam kasus kerontokan rambut jenis telogen effluvium, hormon stres yang disebut neuropeptida mendorong rambut keluar dari fase tumbuh ke fase istirahat, memperlambat pertumbuhan kembali ke titik penipisan rambut lebih jelas.
Biasakan makan sehat
Pemicu penting lainnya untuk kerontokan rambut adalah penurunan berat badan secara tiba-tiba atau perubahan dramatis dalam pola makan, yang keduanya dapat memicu telogen effluvium.
Untuk itu, memilih makanan yang bervariasi dan kaya nutrisi, dengan banyak protein dan buah-buahan serta sayuran akan melawan stres oksidatif, menyediakan lingkungan optimal untuk pertumbuhan rambut. Penting juga untuk memperbaiki kekurangan yang mendasarinya, terutama zat besi dan vitamin B12.
Solusi satu-satunya: perawatan
Kuncinya adalah mengatasi sedini mungkin. Jangan menunggu rontok baru beraksi.
"Idealnya segera setelah Anda melihat adanya penipisan atau kerontokan rambut, karena semakin cepat Anda dapat memulai perawatan, semakin besar peluang Anda untuk mencapai pemulihan yang baik," jelas Worsnop.
Baca Juga: Catat! Ini Manfaat Gula Aren Bagi Kesehatan yang Ternyata Tidak Banyak Diketahui
Berita Terkait
-
Tren Home Wellness Kian Diminati, Kualitas Air dan Udara Kini Jadi Prioritas Keluarga Modern
-
Masalah Rambut Tak Selalu Sama, Ini Pentingnya Memilih Perawatan Sesuai Kebutuhan
-
Stunting yang Dipelihara: Saat Mitos Gizi Lebih Dipercaya daripada Sains
-
4 Pilihan Sampo Terbaik untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal, Tak Bikin Rambut Kering
-
Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
DPRD Kota Bogor Gelar Rapat Paripurna, Bahas Raperda Strategis Demi Perkuat Pembangunan Kota
-
Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Masyarakat Perkuat Partisipasi Politik Lewat Podcast KPU
-
Ikut Masuk Saat Penggeledahan, Ketua RW Sentul Lihat Foto Wanita Misterius di Dalam Rumah
-
Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter, DPRD Desak Wali Kota Bogor Segera Terbitkan Perwali LGBTQ
-
Buntut Keributan Viral, Satpol PP Kota Bogor Sidak Tipzy Bears dan Sita Puluhan Botol Miras Ilegal