- PT Brexa Holdings Jepang memilih transparansi keuangan sebagai strategi berbeda dalam penyiapan 4.000 PMI ditargetkan tahun 2026.
- Brexa menyediakan pelatihan intensif 6 hingga 12 bulan, termasuk kurikulum adaptasi budaya dan anti-judi daring bagi calon pekerja.
- Permintaan tenaga kerja Indonesia saat ini berfokus pada sektor otomotif perakitan, industri makanan, dan sektor konstruksi di Jepang.
SuaraBogor.id - Isu imigran ilegal dan tenaga kerja asing kurang berkompeten kerap menjadi sorotan dalam hubungan bilateral antarnegara, tak terkecuali Jepang.
Namun, di tengah kondisi yang sensitif ini, PT Brexa Holdings Jepang, sebuah lembaga yang berfokus pada penyiapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) profesional, mengambil posisi yang berbeda tampil transparan.
Strategi ini, menurut Presiden Director Brexa Holdings Jepang, Yuya Ono, justru menjadi nilai tambah di mata pemerintah Jepang.
Yuya Ono mengatakan di Brexa Wisma Hafid di Cileungsi, Kabupaten Bogor, bahwa fasilitas pelatihan berkapasitas 250 siswa dengan target 1.000 siswa di masa depan.
"Dengan kondisi saat ini menurut kami ini kesempatan, karena kami transparasi dari segi keuangan pendidikan ini sangat terbuka. Mungkin seperti kami yang akan dipilih oleh pemerintah Jepang malah. Dari pihak kami ini adalah kesempatan hal yang negatif," ujar Yuya Ono kepada wartawan, Kamis 5 Februari 2026.
Brexa Holdings Jepang menargetkan pemberangkatan sekitar 4.000 PMI ke Jepang tahun ini, setelah sukses memberangkatkan 3.500 PMI pada 2025.
Untuk mencapai hal tersebut, Brexa memiliki 9 training center lain di berbagai daerah yang dijadikan pendidikan awal, sebelum dipindahkan ke Bogor untuk pelatihan lanjutan dengan skill tinggi.
Durasi pelatihan bervariasi antara 6 hingga 12 bulan, disesuaikan dengan jenis pekerjaan di Jepang.
Yuya Ono secara terbuka mengakui adanya tantangan terkait etika kerja PMI di Jepang. Untuk mengatasinya, Brexa memiliki pendekatan komprehensif, termasuk keberadaan staf di Jepang Brexa Cross Border yang menangani masalah dan merumuskan kurikulum pendidikan lintas budaya.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Iftar: Berbuka di Bigland Bogor Hotel, Bawa Pulang Kesempatan iPhone 17 Pro
"Kita beda budaya Jepang dan Indonesia. Tapi yang sekarang lagi marak sosial media, di mana mereka yang memotret atau mau buat video di dalam Pabrik tidak boleh, nah hal seperti itu yang masukkan ke dalam pembelajaran lintas budaya," jelas Ono.
Brexa menerima calon pekerja migran mulai dari usia 18 hingga 20 tahun, dan juga terbuka untuk usia di atas itu, menyesuaikan dengan kebutuhan klien di Jepang.
Hingga kini, Brexa telah berkolaborasi dengan lebih dari 170 sekolah di Indonesia, menunjukkan jangkauan luas dalam penyiapan tenaga kerja Indonesia.
Yuya Ono menyebutkan bahwa bidang pekerjaan yang banyak dibutuhkan di Jepang saat ini adalah sektor otomotif terutama perakitan, industri makanan, dan sektor konstruksi yang permintaannya meningkat tajam.
"Ini adalah peluang karir di Jepang yang menarik bagi pencari kerja Indonesia dengan keahlian di bidang tersebut," tukasnya.
Berita Terkait
-
Lebih dari Sekadar Iftar: Berbuka di Bigland Bogor Hotel, Bawa Pulang Kesempatan iPhone 17 Pro
-
Delapan Bulan Tanpa Kejelasan, Fomasi Cium Aroma Ketidakwajaran di Kasus PT Golden Agin Nusa
-
4 Rekomendasi Destinasi Wisata di Babakanmadang Bogor, Pas Buat Healing dan Bikin Hati Adem
-
Lepas Kepergian Eyang Meri Hoegeng di Bogor, Ahok: Bangsa Ini Tak Akan Kehabisan Orang Jujur
-
Ahok Berduka Dampingi Eyang Meri Hoegeng Berpulang, Kenang Pesan Jujur dan Berani demi Kebenaran
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot
-
Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal
-
Lapas Rasa Apartemen di Cibinong, Ahmad Sahroni: Jangan Hukum Keras di Depan, Lemah di Belakang
-
Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara
-
Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong