- Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendampingi wafatnya Eyang Meri Hoegeng dengan tenang di ICU pada Rabu, 4 Januari 2026.
- Ahok menganggap almarhumah seperti orang tua yang selalu mengingatkan untuk berpegang pada kejujuran dan keadilan.
- Eyang Meri Hoegeng dimakamkan di TPBU Giri Tama, Bogor, Jawa Barat, setelah Ahok sampaikan optimisme tentang masih adanya orang jujur.
SuaraBogor.id - Di tengah kesedihan mendalam menyelimuti kepergian Meriyati Hoegeng, atau Eyang Meri Hoegeng, istri mendiang Jenderal Hoegeng Iman Santoso Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyimpan kenangan cukup indah.
Ahok diketahui memiliki kedekatan istimewa dengan almarhumah, menyampaikan pesan penuh optimisme.
Ahok menegaskan bahwa wafatnya Eyang Meri tidak akan menghabisi orang jujur di Indonesia.
Sebuah pernyataan yang menginspirasi, diucapkan setelah ia mendampingi Eyang Meri Hoegeng berpulang dengan sangat tenang di ruang ICU rumah sakit.
"Kebetulan saya nungguin di ICU. Beliau berpulang dengan sangat tenang, ya terima ya," tutur Ahok ditemui di lokasi, Rabu 4 Januari 2026.
Momen personal ini menunjukkan betapa dalam hubungan Ahok dengan Eyang Meri, yang ia anggap seperti orang tuanya sendiri.
"Saya bilang Tuhan akan memberikan tempat yang terbaik untuk Ibu Merry," tambahnya.
Bagi Ahok, Eyang Meri Hoegeng bukan sekadar istri mantan Kapolri, melainkan sumber inspirasi dan pengingat akan nilai-nilai fundamental.
"Beliau seperti orang tua, dan selalu mengingatkan, ngasih tulisan untuk tetap masih jujur, adil, masih berani untuk kebenaran dan untuk keprimanusiaan," jelasnya.
Baca Juga: Ahok Berduka Dampingi Eyang Meri Hoegeng Berpulang, Kenang Pesan Jujur dan Berani demi Kebenaran
Pesan ini sangat relevan dengan citra Ahok yang dikenal lugas dan berani dalam menegakkan kebenaran, sejalan dengan integritas Jenderal Hoegeng yang selalu ia kagumi.
Eyang Meri berharap nilai-nilai tersebut terus diwujudkan. "Terus beliau pengen kita lakukan, sebagai orang tua hubungannya," jelas Ahok.
Kedekatan mereka juga terlihat dari kebiasaan Ahok yang selalu mendoakan Eyang Meri setiap pagi, layaknya mendoakan ibunya sendiri.
"Dan dalam doa setiap pagi pun saya masukkan doa seperti untuk ibu saya, dan saya bersyukur kemarin betul-betul sampai menunggu nafas beliau. Dan ini datang untuk ke tempat peristirahatan terakhir," ujarnya.
Salah satu kenangan paling berkesan bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu adalah saat Eyang Meri menunjukkan perhatian yang tulus padanya.
"Saya di tahanan, beliau masak kirim ke saya juga, beliau selalu kirim makanan," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Ahok Berduka Dampingi Eyang Meri Hoegeng Berpulang, Kenang Pesan Jujur dan Berani demi Kebenaran
-
Pesan Terakhir Eyang Meri kepada Kapolri: Jadilah Polisi yang Baik, Lindungi dan Ayomi Masyarakat
-
Kapolri Lepas Kepergian Eyang Meri Hoegeng ke Peristirahatan Terakhir dengan Upacara Kebesaran
-
Bupati Rudy Susmanto Turun Gunung Sidak Pergeseran Tanah dan Perangi Jual Beli Kapling Ilegal
-
Tutup Usia 100 Tahun, Istri Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Akan Dimakamkan di Tajurhalang Bogor
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02
-
Sengketa Tanah PN Kota Bogor Memanas, Tergugat Beberkan Bukti Jual Beli 1992-1994
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Bupati Bogor Tebar Bendera Merah Putih Hingga ke Pelosok Desa
-
Nekat Jual Tramadol Tanpa Izin di Bogor? Siap-siap Dipenjara 12 Tahun dan Denda Rp5 Miliar