Andi Ahmad S
Rabu, 04 Februari 2026 | 14:55 WIB
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Taman Pemakaman Bhakti Umum (TPBU) Giri Tama, Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (4/2/2026) [Andi Ahmad S/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendampingi wafatnya Eyang Meri Hoegeng dengan tenang di ICU pada Rabu, 4 Januari 2026.
  • Ahok menganggap almarhumah seperti orang tua yang selalu mengingatkan untuk berpegang pada kejujuran dan keadilan.
  • Eyang Meri Hoegeng dimakamkan di TPBU Giri Tama, Bogor, Jawa Barat, setelah Ahok sampaikan optimisme tentang masih adanya orang jujur.

Momen kiriman masakan ke penjara ini bukan hanya sekadar makanan, melainkan simbol kasih sayang, dukungan, dan kepedulian dari seorang ibu kepada anaknya, bahkan dalam situasi yang sulit.

Di tengah duka, muncul pertanyaan yang kerap menghantui masyarakat soal apakah bangsa ini kehilangan sosok yang jujur. Dengan tegas, Ahok memberikan jawaban yang penuh harapan.

"Kita selalu berfikiri orang jujur dan bener itu sudah tidak ada di bangsa ini, tapi sebetulnya masih ada jutaan orang jujur bener di bangsa ini, tinggal kita tunggu saja," tukasnya.

Untuk diketahui, Meriyati Roeslani Hoegeng dimakamkan di Taman Pemakaman Bhakti Umum (TPBU) Giri Tama, Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (4/2/2026). Kepergiannya meninggalkan duka, namun juga warisan nilai yang akan terus menginspirasi.

Load More