SuaraBogor.id - DPRD Depok kritik penanganan Covid-19 yang saat ini ditangani oleh Satgas Covid-19 Kota Depok. Kritik pedas dari wakil rakyat itu menanggapi adanya laporan pemuda down syndrome yang terlantar sampai meninggal dunia setelah terpapar Covid-19 di Kecamatan Pancoran Mas, Depok beberapa waktu lalu.
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok dari Fraksi PDI-P, Rudy Kurniawan sangat prihatin, proses penanganan Covid-19 yang dilakukan Satgas Covid-19 Depok.
“Saya sangat prihatin mendengarnya. Padahal sebagai wakil rakyat, saya sudah berkali-kali mengingatkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) harus membuat terobosan. Jangan hanya terpaku pada langkah pemerintah pusat agar tidak terjadi hal seperti ini,” ungkap Rudy kepada SuaraBogor.id, Rabu (14/7/2021).
Rudy tidak bermaksud menyalahkan Pemkot atas peristiwa yang terjadi. Hanya saja, Dia melihat peristiwa ini merupakan gejala yang menandakan ada celah yang perlu dievaluasi dari strategi penanganan Covid-19 di Depok.
“Hingga pada akhirnya, timbul kesan dari masyarakat yang seolah menyalahkan pemerintah kota,” paparnya.
Rudy menggarisbawahi dua persoalan mendasar yang perlu diperbaiki Pemkot. Yaitu, jaringan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah dan akurasi informasi yang beredar.
Rudy menilai, tidak ada jalur komunikasi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah. Padahal komunikasi sangat vital perannya dalam hal penanganan pasien selama pandemi.
“Masyarakat ini banyak yang bingung. Mereka tidak tahu harus curhat, mengadu atau lapor kemana. Katanya harus lapor ke Puskesmas, tapi sama Puskesmas malah tidak ditanggapi. Kalaupun ada tanggapan, tidak ada solusi,” ungkapnya.
Selain jaringan komunikasi, Rudy juga merasa Pemkot perlu mengamankan informasi yang beredar di masyarakat.
Baca Juga: Epidemiolog Soroti Kekhawatiran Muncul Varian COVID-19 Lokal Indonesia
Menurutnya, banyak informasi menyesatkan yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat pada strategi penanganan pandemi yang sedang dijalankan Pemkot. Sehingga memperburuk kondisi pandemi.
“Saya beberapa kali menemukan pesan berantai di Whatsapp. Katanya, kurban atau wudhu bisa menjauhkan masyarakat dari Covid-19. Kurban dan wudhu kan tidak bisa dihubungkan. Kalau yang berwudhu dan berkurban terkena Covid juga bagaimana?,” tukasnya.
Untuk solusinya, Rudi merekomendasikan Pemkot membuat semacam call centre di tingkat kota dan membuat jaringan komunikasi berbasis whatsapp atau telegram di ditingkat RT dan RW.
Jaringan komunikasi ini berupa grup yang diisi oleh perangkat RT/RW, perwakilan Puskesmas dan masyarakat atau perwakilannya yang sedang menjalani isolasi mandiri.
“Jadi RT tinggal mendata masyarakatnya yang terpapar Covid-19. Lalu RT-RT ini dikoordinasikan oleh RW. Kemudian RW dikoordinasikan Lurah dan Lurah dikoordinasikan Camat, dan seterusnya. Harusnya ini mudah karena sudah ada RW Siaga kan,” ungkapnya.
Menurut Rudy, usulannya ini terbukti efektif membantu ibu-ibu hamil yang terpapar Covid-19 di daerah pemilihannya, Kecamatan Cilodong dan Kecamatan Tapos.
Berita Terkait
-
Polisi Ungkap Tersangka Mutilasi Depok Positif HIV Sejak Februari 2026
-
Penataan Pasar Cisalak, Ratusan Lapak Ilegal Dirobohkan
-
Saepul Pelaku Mutilasi Depok Ternyata Idap HIV, Bawa Obat Saat Jalani Rekonstruksi
-
Kasus Mutilasi Saepul, Pakar UGM Ingatkan Aplikasi Kencan Tak Bisa Disalahkan Begitu Saja
-
4 Kuliner Hidden Gem Sekitaran Depok, Murah, Enak, dan Bikin Ketagihan
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Stok Melimpah 640 Ribu Blanko, Cetak e-KTP di Kabupaten Bogor Tak Perlu Antre Lama
-
6 Fakta Tawuran 400 Anggota Gangster di Cibinong, Hingga Rudy Susmanto Turun Tangan Jam 3 Pagi
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor
-
Niat Ikut Demo di DPR, 5 Pelajar Asal Sukabumi Malah Dicegat Polisi di Stasiun Bogor