SuaraBogor.id - Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Rudi Kurniawan menyoroti kasus pemotongan dana Bansos yang viral di RW 5 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok.
Anggota DPRD Depok Rudi ini menuturkan, ini bukan kali pertama terjadi persoalan dalam pendistribusian bantuan sosial. Apalagi, mengenai adanya pemotongan dana bansos.
Namun setiap kali, kata Dia, persoalannya selalu karena pihak-pihak yang terlibat mengambil jalan pintas dalam melaksanakan tanggung jawab yang diembannya, dalam penyaluran Bansos di Depok.
"Semuanya tidak mau capek. Padahal memang harus dan pasti capek kalau programnya mau maksimal," tegas Rudi kepada SuaraBogor.id, Kamis (29/7/2021).
Rudi tidak bisa menyalahkan salah satu pihak dalam kasus ini. Namun Ia menilai, pendistribusian Bansos di RW 05 memang tidak sesuai prosedur.
Sebab, pendistribusian dilakukan dengan mengumpulkan keluarga penerima manfaat (KPM) Bansos di satu titik oleh petugas PT Pos Indonesia.
Kata Dia, Bansos seharusnya didistribusikan oleh petugas secara door to door ke rumah para KPM di Depok.
"Ini kan tandanya Kantor Pos tidak mau capek," tukasnya.
Rudi mengusulkan, peran RT dan RW dikurangi dalam proses pendistribusian Bansos di kemudian hari. Baik Bansos tunai maupun sembako.
Baca Juga: Alokasi Bansos Sumsel Terindikasi Dikorupsi, Kerugian Negara Rp 1,6 Miliar
Pasalnya, banyak aparatur RT dan RW galau karena dituntut untuk membagikan Bansos yang tidak merata untuk semua warga.
"Kalau dikasih beberapa saja, mereka merasa tidak enak dengan yang lain. Sementara kalau jatahnya dipotek (dibagi), yang dipotek keberatan," paparnya.
Selain itu, Rudi juga mengkritisi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi rujukan penerima Bansos.
Kritik ini Ia sampaikan setelah ditemukan 20 KPM yang alamatnya tidak jelas di RW 5.
"Ini kan pangkal permasalahannya data yang tidak valid," imbuhnya.
DTKS, kata Dia, ujung tombak pendataannya ada di tangan pengurus RT.
Berita Terkait
-
Mensos Cek Operasional KDKMP di Lamongan untuk Pastikan Kesiapan Penyaluran Bansos
-
Wacana Adik Prabowo soal HP Gratis untuk Bansos Dinilai Tak Jelas, APBN Sudah Tekor
-
Kemensos Siapkan Program Pemberdayaan untuk 2,7 Juta Penerima Bansos Berusia Produktif
-
Soal Kekhawatiran Bansos HP Dijual Kembali, Mensos Akui Belum Ada Aturan Spesifik
-
Suahasil Mau Ubah Pencairan Dana Pensiun dan Bansos Langsung ke Rekening Warga
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
BRI Perluas Akses Keuangan Koperasi Desa Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat
-
Gempa M 4,1 Guncang Bogor Sore Ini, Warga Rasakan Getaran
-
Jejak Akademis dan Desa, Rektor IPB Alim Setiawan Slamet Kini Resmi Jabat Wamentan
-
Rektor IPB Alim Setiawan Santer Dikabarkan Jadi Wamentan?
-
Polisi Gerebek Lapak di Laladon Bogor, Sita 580 Butir Obat Keras