SuaraBogor.id - Mohamad Novandri (30) masih pamit berangkat kerja dan mencium tangan ibunya, Ratna Komalasari (53), Sabtu (21/8/2021) pagi, sebelum kabar Mall Margo City ambruk di Depok.
Ratna tidak menduga, kesempatan itu jadi momen terakhir ia melihat putra keduanya, yang meninggal tertimpa reruntuhan Mall Margo City.
"Sama sekali tidak ada firasat. Dia pamit, salaman terus cium tangan seperti biasanya saja," kata Ratna kepada SuataBogor.id, Minggu (22/8/2021).
Kakak kandung Novandri, Ani Suryani (34) menuturkan, keluarga menerima informasi tentang kondisi Novandri sekitar pukul 18.00 WIB.
Ketika itu, kata Ani, dua orang yang mengaku teman adiknya datang ke rumah mereka di Jalan Cibubur III, Gang Pribumi, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
"Awalnya, saya kira mereka pelanggan saya yang mau mengambil ikan. Ternyata, mereka bilang Mohammad Novandri kecelakaan di Mall Margo City dan sekarang ada di RS UI," papar Ani.
Ani tiba di RS UI pukul 19.00 WIB bersama Pamannya. Namun dokter yang menangani Novandri baru menemui mereka 2 jam kemudian.
"Novandri mengalami pendarahan di otak. Banyak darah keluar dari hidung dan telinganya. Ketika dibawa ke RS pun sudah tidak sadar," kata Ani.
Dokter bilang, sambung Ani, saudah sangat-sangat kecil kemungkinan Novandri selamat. Dokter juga sempat meminta izin untuk melakukan pompa jantung, bila sewaktu-waktu jantung Novandri berhenti.
Baca Juga: Bangunan Mall Margo City Ambruk, Penjelasan Polisi dan Damkar Depok Berbeda, Kok Bisa?
"Ibu banyak berdoa saja. Mudah-an ada mukjizat dari Allah SWT. Inikan baru versi dokter, Kalau Allah SWY berkehendak lain kan bisa aja (Novandri selamat)," demikian kata Ani, mengulangi perkataan dokter.
Ketika Novandri dinyatakan meninggal pada Minggu dini hari, Ani berada di rumah bersama kedua orang tuanya.
Mewakili keluarga, Ani mengaku sudah mengikhlaskan kepergian Novandri. Dia juga tidak menyalahkan pihak mana pun atas insiden yang terjadi.
Ani hanya berharap, Mall Margo City dan pusat perbelanjaan lainnya lebih memeperhatikan aspek keselamatan pegawai agar tidak ada lagi musibah seperti ini.
"Mohon doanya saja untuk adik saya. Semoga dia khusnul khotimah, diampuni dosa-dosanya dan mensapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," pungkas Ani.
Diketahui, Novandri yang bekerja di gerai donat J.Co, meninggal tertimpa reruntuhan plafon dan puing bangunan Mall Margo City pada Sabtu sore.
Berita Terkait
-
Brian Hickerson Gagal Hapus Catatan Kriminal Penganiayaan 3 Hari Sebelum Hayden Panettiere Meninggal
-
Bintang Heroes Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia Muda
-
Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Rumah hingga Bandara dan Pelabuhan Rusak
-
Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan
-
Miss Earth Indonesia 2025 Putri Andriani Juficha Meninggal Dunia Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Hery Gunardi Raih Best CEO, BRI Group Bawa Pulang Enam Penghargaan Internasional
-
Dorong Efisiensi Bisnis, BRI Perbarui Qlola dengan Tampilan yang Lebih Intuitif
-
BRI Siap Jadikan Potensi Emas Indonesia Kekuatan Ekonomi Nasional
-
KPK Buka Suara, Tegaskan Tak Ada Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Bogor
-
Isu OTT Pejabat Pemkab Bogor Merebak, Sekda: Kami Masih Pantau Perkembangan