SuaraBogor.id - Artis komedi dan juga pembawa acara Tukul Arwana saat ini terbaring sakit akibat penyakit yang dideritanya, yakni pendarahan otak.
Banyak yang belum tahu, tidak hanya menggeluti dunia televisi atau hiburan, Tukul Arwana juga punya usaha yakni kontrakan.
Diketahui, Tukul Arwana yang kini sakit pendarahan otak itu memiliki 200 kontrakan. Padahal di awal kariernya dia hanyalah ngontrak kamar sepetak seharga Rp150.000 per bulan.
Keberhasilan Tukul hingga punya 200 kontrakan itu tidak lepas dari peran almarhumah istrinya, Susi. Berkat almarhumah, kini pria yang populer berkat Empat Mata itu kini bisa menikmati passive income dari bisnis persewaan properti tersebut.
Baca Juga: Alhamdulillah, Kondisi Tukul Arwana Makin Membaik, Ventilator Sudah Dicopot
Lalu, berapakah penghasilan yang diperoleh Tukul yang punya 200 kontrakan itu per bulannya? Asal tahu aja nih tarif sewa yang dipatok yaitu Rp2 juta-Rp2,5 juta per kamar per bulan, tinggal kalian kalikan saja ya Guys! Bisnisnya itu tersebar mulai dari Cileduk, Saraswati, hingga Bintaro. Bahkan pria yang mempopulerkan kalimat “Kembali ke laptop” itu juga punya properti di Bali!
“Saya ada di Cileduk, Bintaro, Sarawswati… [Harga sewa ] Satu kamar Rp2,5 juta, Rp2 juta… Kalau yang di sini ada 22 kamar dengan sewa Rp2,5 juta per kamar,” kata Tukul dikutip dari Solopos.com -jaringan Suara.com, Senin (27/9/2021).
Tukul juga memperlihatkan salah satu kamar kontrakan miliknya yang disewakan seharga Rp2 juta per bulan. Melihat kamar kontrakan itu, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sangat terkesan. Kamar tersebut sangat luas dilengkapi ruang tamu, kamar dan kamar mandi dalam dan jemuran di belakang. “Disiapin AC juga,” papar Tukul.
Menurut Tukul, dia kini bisa punya 200 kontrakan lantaran berkat istrinya. Selama ini Tukul hanya berpikir untuk menghibur masyarakat dan sama sekali tak kepikiran untuk berinvestasi. Sang istri yang mengelola penghasilan Tukul menjadi kontrakan atau indekos.
Namun semua itu tak dicapai dengan mudah. Pria yang juga terkenal dengan kalimat “Tak sobek-sobek mulutmu” ini awalnya juga mengalami masa-masa penuh keprihatinan kala baru kali pertama menikah.
Baca Juga: Keluarga Kaget Tukul Arwana Dikabarkan Meninggal Dunia
“Dulu tahun 1995 saya menikah, terus saya pindah ke sini. Dulu nyewa kontrakan satu petak ini seharga Rp150.000 per bulan, sementara penghasilan saya di Radio SK hanya Rp75.000,” beber Tukul kepada Raffi Ahmad dan Nagita yang menjadi pembawa acara.
Berita Terkait
-
Kembali Cuek Disapa Warga Bandung saat Ziarah, Adab Nagita Slavina Jadi Perbincangan
-
Beda Kelas THR yang Diterima Rafathar-Rayyanza dari Keluarga Raffi Ahmad
-
Deretan Fashion Lebaran Nagita Slavina: Harga Selangit, Tak Ada Katun Bolong?
-
Mau Buka Bisnis Rumahan, Ini Pilihan Pinjaman Modal Usaha Untuk Ibu Rumah Tangga
-
Lagi, Nagita Slavina Dituding Sombong Gara-Gara Tak Menoleh saat Disapa Warga
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
Terkini
-
Atalia Praratya Ungkap Isi Hati Soal Isu Perselingkuhan Ridwan Kamil
-
Neraka Macet di Puncak Bogor, Jalur Alternatif Cibalok Bikin Wisatawan Sengsara
-
Kecelakaan Maut di Bandung, Suami, Istri dan Keponakan Asal Depok Tewas di Jalur Kamojang
-
Antisipasi Letusan Freatik, Pendakian Gunung Gede Diperpanjang Penutupannya
-
Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota, Potret Kesemrawutan yang Tak Kunjung Usai