SuaraBogor.id - Kasus pelajar SMAN 7 Bogor RMP (17) yang tewas dibacok di depan gerbang sekolah, Rabu 7 Oktober 2021 lalu mendapat sanksi Dinas Pendidikan.
Dinas Pendidikan Kota Bogor diinformasikan memberikan sanksi yaitu, diberhentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas kedua sekolah yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Melansir bogordaily.net, keputusan ini diapresiasi Wali Kota Bogor Bima Arya dan akan melanjutkan konsultasi dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tentang kelanjutan sistem PTM di sekolah bersangkutan.
Bertempat di Mapolresta Bogor Kota Jumat 8 Oktober 2021 lalu, Bima Arya didampingi Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyampaikan bahwa, sanksi tersebut berupa dihentikannya PTM terbatas untuk kedua sekolah yang terlibat dalam aksi kekerasan yang berujung hilangnya nyawa pelajar.
“Saya percaya bahwa hukum bisa ditegakan dan mempercayakannya kepada pihak kepolisian,” Kata Bima Arya kepada awak media, Jumat (8/10/2021).
Lebih lanjut Bima memaparkan, akan berkonsultasi dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, untuk sistematis merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk mencegah kekerasan yang berujung hilangnya nyawa terulang kembali
“Kita awasi PTM ini juga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,” tambahnya Bima
Bima juga menghimbau kepada semua pihak untuk menahan diri terkait kejadian kekerasan yang menghilangkan nyawa, bahkan Bima akan menindak secara tegas jika ada pihak yang menjadi ekses dalam peristiwa tersebut
“Kita akan tindak secara tegas kepada semua pihak yang mencoba menjadi ekses dalam peristiwa ini,” pungkasnya Bima.
Baca Juga: Satu Pelajar di Bogor Tewas, Bima Arya Bakal Konsultasi Dengan Ridwan Kamil
Berita Terkait
-
Pemerintah Siapkan Substansi RUU Pemilu, Bima Arya Soroti Soal Suara Terbuang
-
Tanah Ulayat Tak Bisa Dikuasai Seenaknya, Bima Arya Peringatkan Pemda
-
Tuntas di 2027! PPPK Paruh Waktu Siap Alih Status, Daerah Dilarang Keras Tambah Pegawai Baru
-
Usai Kericuhan Penurunan Merah Putih, Kapolri Pastikan Aceh Terkendali
-
Dudung Sebut Kericuhan di Aceh Cuma Ulah Oknum: Rakyat Aceh Itu NKRI
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Tak Cuma Dicopot, Bappisus Ancam Bawa Pengelola Sel Mewah Lapas Cibinong ke Ranah Pidana
-
Kades di Bogor Ditangkap, Polisi Bongkar Modus Jual Tanah 4 Hektare Pakai Pemilik Jadi-jadian
-
IMSO ke-23 Digelar di Depok, 404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika dan Sains
-
Imbas Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Dirjen PAS Minta Semua Bangunan Liar Dibongkar
-
KPK Pasang Mata di Lapas Cibinong, Buka Peluang Usut Dugaan Korupsi