SuaraBogor.id - Pemerintah Kabupaten Bogor kesulitan mengatasi masuknya kendaraan roda dua atau motor di masa pandemi ini. Motor atau kendaraan dua pun disebut penyebab kemacetan di daerah Puncak Bogor.
Ini dijelaskan Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, Jumat (8/10/2021). Dalam wawancara live suara.com, Iwan mengatakan, pihaknya masih kesulitan mengatasi tingginya arus kendaraan roda dua atau motor yang masuk ke Puncak, Bogor.
Menurut Iwan Setiawan, sistem Ganjil Genap yang diterapkan selama akhir pekan di masa Pandemi Covid-19 mampu meredam angka wisatawan khususnya kendaraan roda empat atau mobil. Namun, tidak demikian halnya dengan kendaraan roda dua atau motor.
"Yang sulit itu kendaraan roda dua, kalau kita sekat di jalan utama,ya memang mereka masuknya di sela waktu istirahat, malam.Tapi yang terjadi jalur tikus, yang membuat puncak macet, kalau dilihat ke puncak, sebetulnya mobil itu trend menurun.Kalau ke puncak lihat, itu motor," jelasnya.
Hingga kini Iwan Setiawan mengaku, pihaknya bersama pihak terkait terus melakukan kajian pencegahan, pembatasan bagi kendaraan motor.
"Ini adalah kesulitan kami bagaimana mengatasi kendaraan roda dua yang masuk ke Bogor. Dan ini kami sedang mengkaji kendaraan roda dua".
Padahal menurut Iwan Setiawan, kebijakan ganjil genap berlaku bagi seluruh jenis kendaraan pribadi motor maupun mobil.
"Kalau roda empat, itu ganjil genap ini efektif. Karena Roda dua itu ,itu masuk pasir angin aja bisa ribuan, masuk ke kita kota bogor bisa ribuan, akhirnya di sela-sela jalan tikus banyak jalan-jalan kecil yang ada akses masuk ke puncak yang belum kami antisipasi. Ini yang membuat puncak macet ".
Berita Terkait
-
TransJakarta Bantah Sopir Ugal-ugalan: CCTV Ungkap Pemotor Potong Jalur!
-
Viral Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan! Rekaman CCTV Ungkap Fakta Sebenarnya
-
MTI Minta Insentif Motor Listrik Dievaluasi, Subsidi Dialihkan ke Bus Listrik
-
Mau Modifikasi Mesin? Kenali Dulu Rumus Akurat Hitung CC Motor Ini
-
Ulasan Detective Conan: Fallen Angel of the Highway, Aksi Motor Misterius
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas
-
Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei
-
Kecelakaan Tunggal Cileungsi-Jonggol, Penumpang Bak Pikap Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik
-
Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor
-
Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor