SuaraBogor.id - Sejumlah pemuda dan perwakilan paguyuban pencak silat menggelar aksi unjuk rasa di kantor Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Kedatangan mereka untuk melakukan penolakan adanya wisata malam atau Glow Kebun Raya Bogor.
Pemuda sunda dengan memakai pakaian pangsi warna hitam serta memakai blangkon di kepala dan komunitas motor memakai jaket biru putih bertuliskan XTC Kota Bogor, melontarkan tiga tuntutan diantaranya menolak program wisata malam atau Glow di Kebun Raya Bogor.
Mengutip dari Bogordaily.net -jaringan Suara.com, mereka juga meminta Wali Kota Bogor harus bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi apabila diteruskan, karena bertentangan dengan marwah Kebun Raya dan Perwali 17 tahun 2015 dan Wali Kota Bogor.
Tuntutan terakhir mereka meminta Walikota Bogor turun dari jabatan apabila tidak segera mengambil keputusan untuk menghentikan Glow.
Saat aksi demo, para pemuda sunda dan komunitas membawa spanduk tuntutan yang bertuliskan ‘Menolak bisnis komersial Glow’ dan ‘Kembalikan marwah KRB dan fungsi KRB sebagai tempat konservasi cagar budaya, edukasi sejarah religi, dan kebun rekreasi rakyat’.
Pada pukul 13:00 WIB, dalam kondiai cuaca mendung, para pemuda Sunda dan komunitas berjalan masuk ke arah Balaikota. Sesampainya di halaman Plaza Balaikota, masa aksi langsung menggelar aksinya dengan membakar dupa serta malakukan doa bersama.
Terlihat juga petugas gabungan yang mengamankan aksi demo tersebut. Dengan penjagaan dua lapis dari Polri, TNI dan Satpol PP Kota Bogor.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Buat MBG! Bima Arya Luruskan Simpang Siur Anggaran Insentif Daerah Rp1 Triliun
-
Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Terus Suarakan Gagasan Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
-
Kemendagri Paraf DIM RUU Adminduk, 1.027 DIM Jadi Dasar Penyempurnaan
-
PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR
-
Banpres Rp240 Miliar untuk Karhutla Kalbar, Bima Arya: Prioritas Daerah Paling Parah
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
Terkini
-
Niat Cek Gratis Malah Tekor, Emas 24 Karat Konsumen Ini Mendadak Dinilai 20 Karat dan Viral
-
KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara
-
Polisi Kedapatan Pakai Vape di Bogor Bisa Dilaporkan, Ini Cara Aduannya
-
Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam
-
Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor