SuaraBogor.id - Satlantas Polresta Bogor Kota bakal hilangkan keberadaan pak ogah di Kota Bogor yang saat ini menjadi sorotan serius.
Diduga, adanya keberadaan pak ogah di Kota Hujan itu membuat masyarakat resah. Melalui program Zebra Zero Pak Ogah (Zeprah), Satlantas Polresta Bogor Kota menargetkan akan menghilangkan seluruh Pak Ogah di sejumlah ruas jalan di Kota Bogor.
Hal tersebut diungkapkan Kasatlantas Polresta Bogor Kota AKP Galih Apria mengatakan, program Zeprah itu digelar bertepatan dengan Operasi Zebra Lodaya 2021 dimulai pada Senin 15 November 2021 kemarin.
Pengurangan hingga menghilangkan Pak Ogah di Kota Bogor sudah disosialisasikan pihak kepolisian kepada sejumlah Pak Ogah yang ada di sejumlah wilayah di Kota Bogor.
"Sejak kemarin sudah ada beberapa Pak Ogah yang berhenti. Tentunya pengurangan dan peniadaan Pak Ogah ini kami tempuh melalui jalur sosialisasi dan kekeluargaan. Kami juga berikan pemahaman," katanya, menyadur dari Ayojakarta -jaringan Suara.com, Selasa 16 November 2021.
Satlantas Polresta Bogor Kota juga sempat memberikan bantuan sosial hingga uang kadeudeuh kepada para Pak Ogah yang mau berhenti bekerja sebagai Pak Ogah.
"Ini semua bentuk apresiasi dan bantuan dari kami untuk Pak Ogah. Jadi mereka kami berikan bantuan, dan kami lakukan pendataan sebagai sahabat polisi," ujarnya.
Rencananya pengurangan dan peniadaan Pak Ogah ini akan menyasar ke sejumlah wilayah dan sejumlah jalan yang ada di Kota Bogor.
Pihaknya juga meminta kepada masyarakat agar ikut berperan aktif dalam program ini. Masyarakat bisa melaporkan jika masih menemukan Pak Ogah di sejumlah persimpangan dan putaran jalan di Kota Bogor.
"Tentunya kita juga tidak bisa menghentikan Pak Ogah semudah itu. Tetap peran serta dari masyarakat sangat penting. Jadi masyarakat bisa melaporkan di titik-titik mana ada Pak Ogah," tukasnya.
Berita Terkait
-
KPK Dalami Alur Perintah Pemotongan Upah Pungut di Bappenda Kabupaten Bogor
-
KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Bogor Mulai Hari Ini
-
Kantah Kabupaten Bogor Digeledah Polisi Terkait Kasus Mafia Tanah PTSL
-
KRL Bogor Dipangkas Lagi, 17 Perjalanan Dibatalkan Sementara
-
Kawasan Agro Eduwisata di Bogor Ini Padukan Kavling, Fasilitas Rekreasi, dan Lingkungan Hijau
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas
-
Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei
-
Kecelakaan Tunggal Cileungsi-Jonggol, Penumpang Bak Pikap Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik
-
Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor
-
Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor