SuaraBogor.id - Berikut ini bacaan doa setelah adzan. Adzan berasal dari kata dalam bahasa Arab, Adzina, yang berarti mengumandangkan adzan. Sementara dalam KBBI, adzan berarti seruan untuk mengajak orang melakukan sholat.
Allah SWT menjanjikan banyak pahala bagi yang melafalkan atau pun yang mendengarkan adzan, baik itu pada waktu subuh, dzuhur, ashar, magrib dan isya.
Setelah mendengarkan adzan, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa setelah adzan, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Bukhari dari sahabat Jabir bin Abdullah, seperti dikutip dari NU Online.
Tulisan Latin:
Baca Juga: Baca Doa Setelah Adzan, Mendapatkan Syafaat Nabi Jika Mau Membacanya
Allhumma rabba hdzihid dakwatit tmmah, was shaltil q’imah, ti sayyidan muhammadanil waslata wal fadhlah, wab‘atshu maqmam mahmdanil ladz wa‘attah, innaka l tukhliful m’d.
Rabbighfir l, wa li wlidayya, warham hum kam rabbayn shaghr.
Artinya:
"Ya Allah, Tuhan seruan yang sempurna dan shalat yang berdiri, berikanlah wasilah (tempat di surga) dan keutamaan kepada Nabi Muhammad saw. Bangkitkan ia pada kedudukan terpuji (hak syafa’at) yang Kaujanjikan. Sungguh, Engkau tidak akan menyalahi janji.
Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil."
Baca Juga: Doa Sesudah Adzan Lengkap dengan Arti dan Latinnya
Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda barang siapa membaca doa tersebut setelah adzan, maka Rasulullah SAW akan memberikan syafaat atau bantuan di hari kiamat.
Lalu, disebutkan dalam kitab Jamiul Ahadits jus IV, halaman 250, disebutkan ada doa setelah adzan magrib, seperti berikut ini:
Tulisan Latin:
Allahumma hadza iqbâlu lailika wa idbâru nahârika wa ashwâtu du’âika faghfir lii
Artinya: "Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya malam-Mu, dan perginya siang-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku."
Kemudian dalam kitab Fathul Muin halaman 280, disebutkan ada doa setelah adzan subuh, seperti berikut:
Tulisan Latin:
Allahumma hadza iqbâlu nahârika wa idbâru lailika wa ashwâtu du’âika faghfir lî
Artinya:
Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku."
Demikian informasi mengenai doa setelah adzan, mulai tulisan latin dan artinya. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan bermanfaat dalam menambah pengetahuan tentang agama.
Kontributor : Lukman Hakim
Berita Terkait
-
Jangan Sampai Ketinggalan! Jadwal Adzan Maghrib 13 Maret 2025 di Kota-Kota Besar Indonesia
-
Adzan Subuh Hari Ini Jam Berapa? Cek Imsakiyah 11 Maret 2025 Seluruh Wilayah Indonesia
-
Saaih Halilintar Tuai Perdebatan Kumandangkan Azan di Rumah Baru, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
-
Viral Bocah Kumandangkan Adzan yang Baru Lahir Banjir Pujian: Bapaknya Mana?
-
Adzan Dianggap Ganggu Penduduk Yahudi, Menteri Israel Perintahkan Polisi Sita Pengeras Suara Masjid
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Klasemen Terbaru: Timnas Indonesia U-17 Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia U-17
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
Terkini
-
Atalia Praratya Ungkap Isi Hati Soal Isu Perselingkuhan Ridwan Kamil
-
Neraka Macet di Puncak Bogor, Jalur Alternatif Cibalok Bikin Wisatawan Sengsara
-
Kecelakaan Maut di Bandung, Suami, Istri dan Keponakan Asal Depok Tewas di Jalur Kamojang
-
Antisipasi Letusan Freatik, Pendakian Gunung Gede Diperpanjang Penutupannya
-
Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota, Potret Kesemrawutan yang Tak Kunjung Usai