Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Kamis, 16 Desember 2021 | 10:30 WIB
Ilustrasi sholat, muslim, salat, orang islam solat pakai masker (elemen envato)

SuaraBogor.id - Sholat Dhuha merupakan sholat yang dilakukan di waktu dhuha atau awal dari waktu siang. Sholat Dhuha adalah Sholat Sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Hal ini berdasarkan salah satu hadits berikut ini:

“Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Demikian juga amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sedekah. Semua ini bisa dicukupi dengan melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua raka’at” (HR. Muslim no. 720).

Selain itu, Sholat Dhuha dilakukan semata-mata untuk sedekahkan anggota tubuh kita, diriwayatkan oleh Buraidah Al Aslami radhiallu’anhu.

Baca Juga: Doa Setelah Sholat Dhuha, Sholat Orang yang Kembali Kepada Allah dengan Bertaubat

Nabi Muhammad pernah mengatakan: “Manusia memiliki 360 sendi, diwajibkan untuk bersedekah sedekah untuk setiap sendinya”. Para sahabat bertanya, 'Siapa yang mampu melakukan demikian, wahai Nabi Allah?'. Nabi bersabda, 'Cukup dengan menutup dahak yang ada di lantai masjid dengan tanah dan menghilangkan gangguan dari jalanan. Apabila engkau tidak mendapatinya, maka lakukanlah dua raka’at shalat Dhuha yang itu bisa mencukupimu'” (HR. Abu Daud no.5242, dishahihkan Al Albani dalam Irwaul Ghalil [2/213]).

Sholat Dhuha juga disebut sebagai shalat awaabin, yaitu sholat orang-orang yang banyak ingin kembali pada Allah SWT, Nabi Muhammad bersabda, “Shalat awwabin adalah ketika anak unta merasakan terik matahari” (HR. Muslim no. 748).

Sholat Dhuha dikerjakan minimal dua raka’at. Sementara untuk jumlah rakaat maksimal, sebagian ulama yang berpendapat tidak ada batasannya. Hal ini diperkuat oleh hadist Aisyah radhialluhu anha,

“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dhuha empat raka’at dan beliau biasa menambahkan sesuka beliau” (HR. Muslim no. 719).

Tata cara melakukan Sholat Dhuha sama dengan sholat lainnya. Perbedaaanya hanya dari niat dan tata cara sholat yang dikerjakan dua rakaat dengan salam setelah dua rakaat.

Baca Juga: Doa Dimudahkan Rezeki, Tak Ada yang Dapat Menolak Ketentuan Allah Kecuali Doa

Menurut laman doaharianislami.com, setelah melakukan Sholat Dhuha dengan jumlah rakaat minimal dua rakaat, ada doa yang dianjurkan untuk dibaca, yakni:

“Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-'ismata 'ismatuka”.

“Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita 'ibaadakash-shalihiin.”

Artinya: Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu"

"Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran DhuhaMu, kekuasaanMu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh"

Dilihat dari artinya, isi doa dhuha berisi mengenai rasa syukur kepada Allah SWT atas keindahan dan keagungan Allah SWT meliputi segala ciptaaanya.

Sebagai permintaan dan permohonan kepada Allah SWT agar dilancarkan dan dimudahkan dalam mencari rejeki yang halal dan didekatkan selalu dengan orang-orang yang shaleh.

Demikian ulasan mengenai Sholat Dhuha dan Doa Dhuha. Semoga semakin bertambah kecintaan kita terhadap sunnah Rasul dan mempertebal keimanan kita kepada Allah SWT.
Semoga bermanfaat bagi kita semua.

(Damayanti Kahyangan)

Load More