SuaraBogor.id - Apa benar malam Jumat sunnah Rasul untuk berhubungan suami istri? Sebab selama ini ada ungkapan jika malam Jumat adalah sunnah Rasulullah SAW untuk berhubungan badan.
Ada perkataan yang dianggap sebagai hadits sahih di antaranya:
"Barang siapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (Kamis malam), maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi. (Dalam hadits yang lain disebutkan sama dengan membunuh 1.000 atau 7.000 Yahudi)
Ustadz Abdullah Zaen menjelaskan belum pernah menemukan ayat Alquran atau hadits sahih yang menunjukkan anjuran tersebut.
"Hadits di atas tidak akan kita temukan dalam kitab manapun, baik kumpulan hadits dhaif (lemah) apalagi sahih. Artinya, hadis Sunah Rasul SAW pada malam Jumat tersebut, apalagi sama dengan membunuh 1000 Yahudi adalah bukan hadits, alias palsu, yang dikarang oleh orang yang tidak bertanggung jawab," katanya dikutip dari Hops.
Seentara itu ada hadits Rasulullah SAW yang menyatakan keutamaan hubungan suami istri pada malam Jumat diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, dikutip dari NU Online.
Artinya: Apakah kalian tidak sanggup berhubungan badan dengan istri kalian pada setiap hari Jumat. Hubungan badan dengan istri di hari Jumat mengandung dua pahala: pahala mandinya sendiri dan pahala mandi istrinya. (HR Baihaqi).
Ulama-ulama hadits menilai riwayat hadits ini sebagai riwayat yang lemah sehingga tidak dapat menjadi dasar hukum.
Ada yang memandang sunah Rasul malam Jumat terkait hubungan suami istri merupakan intepretasi atas hadits riwayat Aus bin Abi Aus RA yang menyebut kata 'ghassala' atau 'membuat orang lain mandi':
Artinya: Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat dan membuat orang lain mandi, lalu berangkat pagi-pagi dan mendapatkan awal khutbah, dia berjalan dan tidak berkendaraan, dia mendekat ke imam, diam, lalu berkonsentrasi mendengarkan khutbah, maka setiap langkah kakinya dinilai sebagaimana pahala amalnya setahun. (HR Ahmad, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).
Namun hubungan badan dengan istri pada malam Jumat sebagai sunah Rasul ditolak oleh sebagian ulama, salah satunya adalah Syekh Wahbah az-Zuhayli.
Menurutnya, di dalam sunah tidak ada anjuran berhubungan seksual suami-istri di malam-malam tertentu, antara lain malam Senin atau malam Jumat.
Tetapi ada segelintir ulama menyatakan anjuran hubungan suami istri di malam Jumat.
Keterangan Syekh Wahbah Az-Zuhayli ini dengan terang menyebutkan bahwa sunah Rasul tidak menganjurkan hubungan suami-istri secara khusus di malam Jumat.
Kalau pun ada anjuran, itu datang dari segelintir ulama yang didasarkan pada hadits Rasulullah SAW dengan redaksi: 'Siapa saja yang mandi di hari Jumat, maka...'
Berita Terkait
-
Status Istri Siri Bukan Alasan! Publik Diminta Tak Hakimi Korban Pembunuhan di Madiun
-
Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?
-
Korban Pembunuhan di Madiun Dicibir Pelakor, Aktivis Perempuan: Memangnya Boleh Dibunuh?
-
Korban Pembunuhan di Madiun Disudutkan karena Status Istri Siri, Aktivis Desak Edukasi Publik
-
Mematahkan Stigma Keliru tentang Peran Istri di Novel Jadi Ibu
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tampil Dominan, Soft Tenis Kabupaten Bogor Segel Gelar Juara Umum Porprov Jabar 2026
-
Ibu Rumah Tangga Terlibat Peredaran Narkoba di Bogor
-
Kabar Baik Warga Ciomas dan Sekitarnya, Kemacetan Laladon Mulai Digarap 2027
-
Garap Rentetan Saksi Korupsi HGB Summarecon, KPK Panggil Pejabat BPN Bogor hingga Petinggi Swasta
-
Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah