SuaraBogor.id - Daftar penceramah radikal beredar di media sosial dan viral. Hal tersebut turut ditanggapi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Rumadi Ahmad.
Dia menekankan, pernyataan Presiden Joko Widodo terkait penceramah radikal, yang disampaikan saat rapat pimpinan TNI-Polri beberapa pekan lalu, merupakan hal faktual dan bukan mengada-ada.
"Pernyataan Presiden sangat jelas. Tidak ada yang simpang siur, karena masalah radikalisme ini hal yang faktual, bukan mengada-ada," kata Rumadi, mengutip dari Antara.
Berkaitan dengan beredarnya daftar nama penceramah radikal di media sosial, Rumadi menekankan pemerintah tidak pernah merilis daftar nama penceramah yang dianggap radikal.
Dia meminta masyarakat tidak terpancing dengan informasi yang belum jelas sumbernya.
"Saya tidak tahu dari mana asalnya. Yang jelas pemerintah tidak pernah menyebutkan soal nama," tegas Rumadi.
Menurut dia, yang terpenting saat ini bagaimana masyarakat bisa lebih hati-hati dan selektif dalam mengundang penceramah, dan tidak lagi memperdebatkan soal ciri apalagi nama.
"Apa yang disampaikan bapak Presiden adalah pesan untuk semua kelompok, agar lebih hati-hati dalam mengundang penceramah. Bukan memperdebatkan soal ciri atau nama," jelas Rumadi.
Untuk diketahui, dalam daftar penceramah radikal itu salah satunya ada Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Felix Siauw. [Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Viral Dede Inoen Asyik Makan Daging Ratu Jin Keceplosan Bilang Daging Bebek, Yang Ditunggu Netizen Akhirnya Terjadi
-
Namanya Masuk ke Daftar Penceramah Radikal, Ustaz Abdul Somad: Allah Akan Tetap Menjaga Negeri Ini
-
Felix Siauw Bersyukur Disebut Nomor 2 Penceramah Radikal: Bisa Bertahan di List Sejak 2017
-
Pasang Tulisan Penangkaran Buaya, Penampakan Spanduk di Kantin Bapak-bapak Ini Bikin Salfok
-
Wanita Berjilbab Menikah di Gereja, Gus Yaqut Undang Paus Fransiskus ke Indonesia
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Muncul Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
-
Dugaan Napi Huni 'Rumah Apartemen' di Lapas Cibinong, Ditjenpas Klaim Rumah Dinas
-
BRI InFrame 2026 Ajak Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Indonesia
-
Baru Bertindak Usai Viral di Medsos, DLH Kota Bogor Kandangkan Truk Sampah Penambal Triplek
-
Kasus Korupsi di Bogor Disorot Tajam